Wall Street Tertekan Konflik AS-Iran, Nasdaq Malah Menguat Jelang Laporan Nvidia

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat, VIVA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak beragam pada perdagangan Senin, 17 Agustus 2026. Indeks S&P 500 dan Dow Jones melemah karena ketegangan AS dan Iran menekan sentimen investor, sementara saham teknologi menguat setelah muncul laporan mengenai prospek pendapatan perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic.

Teheran disebut akan meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz dan kawasan sekitarnya apabila diplomasi dengan Washington gagal. Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa kebijakan Iran kini mengarah pada strategi yang lebih ofensif dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga :
Nasib Bitcoin di September 2026
IHSG Dibuka Memerah Berpotensi Rebound, Wall Street Menguat dan Bursa Asia Bergerak Variatif

Perkembangan tersebut membuat investor kembali memperhitungkan risiko geopolitik terhadap pasar keuangan global.

Harga Minyak Ikut Naik

Ketegangan di kawasan Timur Tengah turut mendorong harga minyak mentah. Kontrak berjangka Brent naik sekitar 0,3 persen pada perdagangan Senin.

Kenaikan harga minyak juga membuat indeks sektor energi S&P 500 menguat sekitar 0,2 persen.

Analis pasar senior Trade Nation David Morrison mengatakan investor sebelumnya memperkirakan konflik akan segera berakhir. Namun, perkembangan terbaru membuat pasar kembali mempertimbangkan kemungkinan konflik berlangsung lebih lama.

"(Investor) were telling themselves wars always come to an end. I don't think anyone was pricing in the fact that this could still be going as we approach the end of the summer," kata Morrison.

Prospek Pendapatan Anthropic Angkat Saham Teknologi

Di tengah tekanan geopolitik, saham teknologi justru bergerak positif setelah Reuters melaporkan prospek pendapatan Anthropic yang cukup besar.

Anthropic yang tengah mempersiapkan penawaran umum perdana saham atau IPO diperkirakan mencatat pendapatan sekitar US$190 miliar hingga US$200 miliar pada 2028.

Informasi tersebut berdasarkan keterangan dua orang yang mengetahui kondisi keuangan perusahaan.

Prospek tersebut memberikan sentimen positif bagi saham teknologi, khususnya perusahaan produsen chip.

Western Digital dan Sandisk menjadi dua saham dengan kenaikan terbesar di indeks acuan. Saham Western Digital melonjak 6,3 persen, sedangkan Sandisk melesat 10 persen.

Saham sektor teknologi dalam S&P 500 juga naik 0,6 persen. Penguatan tersebut membantu membatasi pelemahan indeks secara keseluruhan sekaligus mendorong Nasdaq yang didominasi saham teknologi.

Baca Juga :
IHSG Dibuka Menghijau Ditopang Laporan MSCI, Wall Street dan Bursa Asia Kompak Menguat
Inflasi AS Juli Melandai, Peluang The Fed Tahan Suku Bunga Makin Terbuka
IHSG Dibuka Menghijau saat Wall Street & Bursa Asia Tertekan Harga Minyak Imbas Konflik Iran-AS

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Semangat Kemerdekaan Berkobar di Perayaan HUT ke-81 RI di Yangon Myanmar
• 12 jam lalu
0
thumb
Update Korban Gempa NTT: Korban Jiwa Bertambah Jadi 68 Orang, 213 Terluka, Ada 1.576 Gempa Susulan
• 14 jam lalu
0
thumb
Persijap Kembali Rekrut Amunisi Baru: Gelandang Timnas Tajikistan Kembali Bergabung, Dua Pilar Lokal Merapat
• 21 jam lalu
0
thumb
Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Upacara HUT RI di Istana Merdeka
• 22 jam lalu
0
thumb
Reaksi Menko Polkam soal Bendera Merah Putih Dicopot dan Perusakan Garuda di Aceh
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.