Trauma Healing dan Perpustakaan Dihadirkan bagi Pengungsi Anak-Anak Gempa NTT

jpnn.com
13 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah menyediakan trauma healing dan perpustakaan keliling di posko pengungsian GOR Samador, Kabupaten Sikka, NTT.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan pengungsi, khususnya anak-anak yang harus menjalani aktivitas sehari-hari di lokasi pengungsian.

BACA JUGA: Gempa Susulan Guncang Flores Saat Ganjar Bersama Pengungsi Manggarai Timur, Takbir!

"Penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak," ucap Berton dalam keterangan resminya, pada Selasa (18/8).

Dia menuturkan dalam kegiatan trauma healing, pendamping mengajak anak-anak berinteraksi dan bermain bersama.

BACA JUGA: Pada Momen Peringatan HUT Ke-81 RI, Menhan Sjafrie Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Tujuannya agar anak-anak tetap dapat menjalani aktivitas sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangannya.

Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif dan menyenangkan, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam permainan edukatif, bercerita, bernyanyi, hingga mengikuti aktivitas kelompok.

BACA JUGA: Gempa Magnitudo 6,1 di Nias Selatan, BMKG: Hindari Bangunan yang Retak atau Rusak

"Hal ini dilakukan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan serta mengurangi kecemasan dan tekanan akibat situasi bencana," kata dia.

Sementara itu, kehadiran perpustakaan keliling juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengisi waktu, sekaligus menjaga aktivitas belajar dan bermain selama berada di pengungsian.

Kehadiran perpustakaan tersebut, lanjut dia, didukung oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.

Berton berharap layanan dukungan psikososial yang terjalin melalui kolaborasi antarpihak, dapat terus diberikan selama masyarakat masih berada di pengungsian.

Langkah tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak dapat segera pulih dan bangkit pascabencana.

"Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak," tambahnya. (dit/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mahasiswi Korban Pembacokan di UIN Suska Jalani Trauma Healing dari Polda Riau


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sebanyak 20.500 Narapidana se-Jabar Dapat Remisi dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI
• 16 jam lalu
0
thumb
Paripurna DPR Tetapkan Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman 2026-2031
• 18 jam lalu
0
thumb
Demo Mahasiswa Hari Ini, BEM UI Minta Aparat Jangan Mengulang Kejadian Juni
• 17 jam lalu
0
thumb
Gempa Bumi M6,1 Guncang Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
• 17 jam lalu
0
thumb
Kasus Korupsi Haji, Eks Menag Yaqut Ungkap Alasan Kuota Tambahan Dibagi 50 Persen
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.