HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Sulawesi Mandiri resmi meluncurkan produk Kredit Pendidikan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan tinggi dan pengembangan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Produk tersebut diperkenalkan dalam rangkaian Seminar Pendidikan dan Literasi Keuangan yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Makassar, Selasa, 18 Agustus. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta secara langsung maupun daring yang berasal dari empat kota di tiga provinsi, yakni Makassar dan Toraja di Sulawesi Selatan, Palu di Sulawesi Tengah, serta Manado di Sulawesi Utara.
Direktur Utama PT BPR Sulawesi Mandiri, Sepry Marenden, ST, mengatakan gagasan menghadirkan Kredit Pendidikan muncul dari pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan. Ia melihat banyak keluarga harus bekerja keras agar anak-anak mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Dari pengalaman pribadi, ketika kuliah dulu tantangannya cukup berat. Saat ingin berinvestasi di bidang pendidikan, orang tua harus berjuang keras. Itu yang menjadi dasar kami agar BPR Sulawesi Mandiri ikut mengambil peran dalam mendukung pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.
Menurut Sepry, pendidikan merupakan bentuk investasi jangka panjang yang sangat penting untuk menciptakan generasi unggul. Melalui Kredit Pendidikan, pihaknya ingin membantu mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik tetapi terkendala biaya.
Ia menilai persoalan biaya masih menjadi salah satu hambatan bagi sebagian mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan. Bahkan, kondisi tersebut membuat sebagian mahasiswa memilih menggunakan pinjaman online (pinjol) yang dapat berdampak terhadap kondisi finansial mereka di masa depan.
“Kami ingin mencegah mahasiswa mengambil pinjaman online untuk membiayai kuliah. Hal itu dapat menyulitkan mereka nantinya, terutama ketika memasuki dunia kerja karena ada persoalan administrasi keuangan,” jelasnya.
Sepry menjelaskan, Kredit Pendidikan PT BPR Sulawesi Mandiri memiliki sejumlah keunggulan karena berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta mendapat jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Program ini dapat dimanfaatkan mahasiswa mulai jenjang Diploma III (D3) hingga Strata III (S3), baik mahasiswa baru maupun yang sedang menjalani perkuliahan. Pembiayaan dapat diberikan untuk kebutuhan satu semester maupun dua semester, dengan dana langsung ditransfer ke rekening perguruan tinggi.
“Biasanya kredit diberikan kepada orang yang sudah bekerja. Namun kami membuka kesempatan sejak lulusan SMA agar mereka dapat melanjutkan pendidikan. Baik D3, S1, hingga S3 bisa memanfaatkan fasilitas ini. Pendidikan tidak mengenal batas usia,” katanya.
Selain itu, skema pembayaran menggunakan bunga flat yang dinilai lebih ringan bagi penerima kredit. Penyaluran pembiayaan juga dilakukan berdasarkan rekomendasi perguruan tinggi melalui kerja sama Perjanjian Kerja Sama (PKS).
“Mahasiswa akan dipantau pada semester pertama. Jika prosesnya berjalan baik, pembiayaan dapat dilanjutkan untuk dua semester dengan orang tua sebagai personal garansi,” tambahnya. (uca)






Komentar (0)