Ada Kapal Pesiar Berlogo Kemhan, Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI buka suara soal kapal pesiar ekspedisi J7 Explorer milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. 

Pemicunya, lambung kapal sepanjang 120 meter tersebut tampak disemati logo resmi Kemhan.

BACA JUGA: Bamsoet Puji Capaian Pemerintahan Prabowo dari Swasembada Pangan-Reformasi Besar BUMN

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, penempelan logo Kemhan pada kapal milik Jhonlin Marine Transport tersebut menandakan aktivitas operasional armada berada di bawah otoritas dan penugasan pemerintah.

Menurut  Brigjen Rico, kapal swasta tersebut dikerahkan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia.

BACA JUGA: Al-Azhar Kairo Puji Prabowo & Haji Isam dalam Mencetak Ulama Unggul

"Kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang di sejumlah wilayah, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera," kata Rico, Sabtu, (15/8).

Rico menegaskan kepemilikan aset tetap berada di tangan pihak swasta. Namun, pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam mewujudkan swasembada pangan.

Kapal J7 Explorer sendiri dibangun di Batam dan selesai pada 2022. Kapal berbobot 8.076 GT ini dilengkapi 25 kabin yang sanggup menampung sekitar 50 tamu, fasilitas helipad, serta akomodasi kru dalam jumlah besar.

Namun, alih-alih dipakai untuk plesiran mewah, kapal megah ini disulap Haji Isam menjadi "kapal induk" atau pangkalan bergerak (floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Karakter geografis Papua Selatan yang terisolasi dan minim infrastruktur darat menjadikan keberadaan J7 Explorer sangat krusial. 

“Kapal ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara para tenaga ahli, sekaligus titik tumpu rantai logistik di tengah sulitnya akses lapangan,” ujar Brigjen Rico.

Demi Swasembada Pangan

Keterlibatan J7 Explorer menjadi bagian dari pengerahan sumber daya besar-besaran yang dilakukan Haji Isam dalam merespons agenda prioritas ketahanan pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Brigjen TNI Rico Ricardo mengatakan guna mengejar target cetak sawah di Merauke, ribuan unit alat berat serta tenaga profesional dari dalam dan luar negeri diterjunkan langsung ke lokasi proyek.

"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Haji Isam dalam keterangan terpisah.

Dia menegaskan keterlibatannya dalam mega proyek ini bukan semata-mata berhitung soal untung rugi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab menjalankan amanah negara. 

“Proyek ini diharapkan tak hanya memperkuat stok pangan nasional, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat Papua,” kata Haji Isam.(era/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mu’ti: Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Beralih Jadi PPPK Penuh-Ikut CPNS
• 19 jam lalu
0
thumb
Prabowo Siapkan Bursa Mineral Indonesia, Harga Komoditas Tak Lagi Ditentukan Bursa Asing
• 22 jam lalu
0
thumb
Ketua RT di Tangsel Jadi Tersangka Usai Aniaya Pembakar Sampah
• 19 jam lalu
0
thumb
Membangun Mentalitas Juara Lewat Kompetisi Pro-AM
• 1 jam lalu
0
thumb
Penjelasan Dinkes soal wanita yang bersalin di toilet Puskesmas Tambora
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.