Penjelasan Dinkes soal wanita yang bersalin di toilet Puskesmas Tambora

antaranews.com
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat menjelaskan kronologi kasus wanita yang bersalin seorang diri dalam toilet di Puskesmas Tambora, Jakarta Barat, hingga membuang bayinya ke tong sampah.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, menyebut bahwa awalnya wanita itu datang mau berobat ke puskesmas Tambora.

"Katanya, mengeluh badan panas dan perut mulas-mulas. Tak lama, petugas cleaning service puskesmas mendatangi toilet, dan melihat banyak bercak darah dan mayat bayi," ujar Sahruna di Jakarta, Jumat.

Belum hilang rasa kaget, lanjut Sahruna, keluar seorang perempuan dalam kondisi kaki berdarah.

"Begitu pintu digedor-gedor, keluar seorang cewek dengan kaki berdarah. Begitu ditanya, cewek itu mengakui menggugurkan kandungannya yang diduga hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Cewek itu mengaku tak ingin diketahui kehamilannya," jelasnya.

Melihat kejadian itu, pihak Puskesmas Tambora melaporkan kasus tersebut ke aparat kepolisian. Sementara perempuan yang menggugurkan kandungan dibawa ke RSUD Cengkareng, untuk mendapatkan perawatan.

Dalam kasus tersebut, Sahruna memastikan bahwa tidak ada kesalahan prosedural dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Tambora.

"Bukan karena tidak ada ruang bersalin. Tidak. Karena yang bersangkutan (cewek) itu datang ingin berobat karena mengeluhkan badan panas dan mulas-mulas," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sudin PPAPP Jakarta Barat, Dian Anggraini Susanthy, akan memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak, bila menghadapi kasus kekerasan atau permasalahan lainnya.

"Kalau butuh pendampingan, yang bersangkutan bisa konseling ke kita. Kami melihat dari sudut pandang perlindungan hak anak dan perempuan," tuturnya, saat menanggapi kasus perempuan yang melahirkan sendiri di toilet Puskesmas Tambora.

Ia menyebut, pihaknya memiliki layanan konseling keluarga bila terdapat permasalahan dalam keluarga. Tujuannya, untuk memberikan pendampingan, mediasi dan perlindungan, terutama perempuan dan anak.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.



Baca juga: Wanita bersalin seorang diri di toilet Puskesmas dan bayi dibuang

Baca juga: Puskesmas Pasar Minggu ungkap kondisi awal bayi dibuang di gerobak

Baca juga: Ibu kandung pembuang bayi di Jakarta Utara ditangkap polisi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Garuda Pertiwi puncaki klasemen sementara Grup A Srikandi Merdeka Cup
• 8 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Pembangunan Bangsa Dibangun Tak Hanya Oleh Presiden, Tapi Kerja Seluruh Rakyat
• 18 jam lalu
0
thumb
Komisi II DPR Kawal RAPBN 2027, Bahtra Banong Dorong Program Strategis Berdampak Langsung bagi Rakyat
• 23 jam lalu
0
thumb
Film tentang Perjalanan Band Weezer Siap Tayang 2027
• 20 jam lalu
0
thumb
Prabowo Bakal Renovasi Puskesmas-514 Labkesmas Masyarakat Tahun 2027
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.