Jakarta (ANTARA) -
Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall resmi dimulai Jumat, dengan lima tim Indonesia, yakni Bigetron by Vitality, EVOS Divine, MBR Omega, ONIC, dan RRQ Kazu, bersiap menghadapi pekan pembuka kompetisi esports tingkat Asia Tenggara tersebut.
Pelatih RRQ Kazu Adi Gustiawan atau coach Ady mengatakan timnya memiliki modal chemistry yang kuat setelah cukup lama bermain bersama dan kini berfokus meningkatkan konsistensi hingga mampu menghasilkan pencapaian maksimal.
"Tantangan kami sekarang adalah mengubah konsistensi itu menjadi hasil yang benar-benar selesai sampai akhir. Musim ini kami ingin bermain lebih rapi, lebih berani mengambil keputusan, dan tidak membiarkan kesempatan lepas begitu saja," ujar Ady dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Kelima wakil Indonesia akan bersaing dengan 13 tim dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia untuk memperebutkan gelar juara Asia Tenggara serta delapan tiket menuju FFWS Global Finals 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November.
Pekan pembuka berlangsung pada 14-16 Agustus 2026. Dalam setiap matchday, dua grup akan digabungkan ke dalam satu lobi yang berisi 12 tim untuk bertanding dalam mode Battle Royale.
Baca juga: Lima tim Indonesia bidik juara FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya
Bigetron by Vitality dari Grup A dan RRQ Kazu dari Grup B menjadi wakil Indonesia yang tampil pada Jumat. Mereka berada dalam satu lobi bersama sejumlah tim kuat, termasuk Secret WAG, juara bertahan asal Vietnam, Buriram United Esports, dan All Gamers Global (AG.AL) dari Thailand.
RRQ Kazu kemudian kembali bertanding pada Sabtu (15/8) ketika Grup B bergabung dengan Grup C. Pada hari yang sama, tiga wakil Indonesia dari Grup C, yakni ONIC, EVOS Divine, dan MBR Omega, juga memulai perjuangan mereka.
Ketiga tim tersebut akan kembali tampil pada Minggu (16/8) bersama Bigetron by Vitality dari Grup A. Dengan susunan tersebut, seluruh wakil Indonesia akan memainkan dua matchday pada pekan pertama dengan komposisi 12 tim yang berbeda.
Dari sisi roster, Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu memasuki musim baru dengan fondasi yang relatif stabil. Kedua tim mempertahankan inti permainan yang selama ini membawa mereka bersaing di papan atas regional.
Sementara itu, EVOS Divine melakukan perombakan roster dengan mendatangkan FaizMKS dan IKAL untuk menggantikan Rasyah dan Rey yang memilih rehat.
Baca juga: Wakil Indonesia alihkan fokus ke FFWS SEA Fall usai EWC 2026 Free Fire
Perubahan tersebut menjadi upaya EVOS untuk kembali menemukan performa terbaik setelah mencatat hasil kurang memuaskan dalam sejumlah turnamen terakhir, termasuk EWC 2026.
ONIC juga membawa perubahan dengan mendatangkan kembali Geday dan merekrut Rattapoom Sunthalunai atau Poom dari Thailand. Kehadiran POOM menjadikan ONIC sebagai tim Indonesia pertama yang memasukkan pemain Thailand ke dalam roster kompetitifnya.
ONIC merupakan satu-satunya tim Indonesia yang pernah menjuarai FFWS SEA setelah merebut gelar Spring 2025. Namun, tim tersebut gagal mengamankan tiket FFWS Global Finals 2025, tidak lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring, dan melewatkan EWC 2026 di Paris.
Adapun MBR Omega melengkapi wakil Indonesia setelah menjuarai Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall. Tim tersebut memiliki Muhammad Akbar atau BARA yang berpengalaman tampil di FFWS 2022, EWC 2024, dan FFWS Global Finals 2024.
Setelah melewati Knockout Stage yang berlangsung hingga 6 September, hanya 12 dari 18 tim yang akan melaju ke Grand Finals di Surabaya pada 19-20 September 2026.
Pada babak puncak, seluruh tim akan menggunakan format Champion Rush. Tim pertama yang mencapai 110 poin dan kemudian meraih Booyah akan dinobatkan sebagai juara FFWS SEA 2026 Fall.
Baca juga: 12 tim kunci tempat di grand finals FFNS 2026 Fall
Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall resmi dimulai Jumat, dengan lima tim Indonesia, yakni Bigetron by Vitality, EVOS Divine, MBR Omega, ONIC, dan RRQ Kazu, bersiap menghadapi pekan pembuka kompetisi esports tingkat Asia Tenggara tersebut.
Pelatih RRQ Kazu Adi Gustiawan atau coach Ady mengatakan timnya memiliki modal chemistry yang kuat setelah cukup lama bermain bersama dan kini berfokus meningkatkan konsistensi hingga mampu menghasilkan pencapaian maksimal.
"Tantangan kami sekarang adalah mengubah konsistensi itu menjadi hasil yang benar-benar selesai sampai akhir. Musim ini kami ingin bermain lebih rapi, lebih berani mengambil keputusan, dan tidak membiarkan kesempatan lepas begitu saja," ujar Ady dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Kelima wakil Indonesia akan bersaing dengan 13 tim dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia untuk memperebutkan gelar juara Asia Tenggara serta delapan tiket menuju FFWS Global Finals 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November.
Pekan pembuka berlangsung pada 14-16 Agustus 2026. Dalam setiap matchday, dua grup akan digabungkan ke dalam satu lobi yang berisi 12 tim untuk bertanding dalam mode Battle Royale.
Baca juga: Lima tim Indonesia bidik juara FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya
Bigetron by Vitality dari Grup A dan RRQ Kazu dari Grup B menjadi wakil Indonesia yang tampil pada Jumat. Mereka berada dalam satu lobi bersama sejumlah tim kuat, termasuk Secret WAG, juara bertahan asal Vietnam, Buriram United Esports, dan All Gamers Global (AG.AL) dari Thailand.
RRQ Kazu kemudian kembali bertanding pada Sabtu (15/8) ketika Grup B bergabung dengan Grup C. Pada hari yang sama, tiga wakil Indonesia dari Grup C, yakni ONIC, EVOS Divine, dan MBR Omega, juga memulai perjuangan mereka.
Ketiga tim tersebut akan kembali tampil pada Minggu (16/8) bersama Bigetron by Vitality dari Grup A. Dengan susunan tersebut, seluruh wakil Indonesia akan memainkan dua matchday pada pekan pertama dengan komposisi 12 tim yang berbeda.
Dari sisi roster, Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu memasuki musim baru dengan fondasi yang relatif stabil. Kedua tim mempertahankan inti permainan yang selama ini membawa mereka bersaing di papan atas regional.
Sementara itu, EVOS Divine melakukan perombakan roster dengan mendatangkan FaizMKS dan IKAL untuk menggantikan Rasyah dan Rey yang memilih rehat.
Baca juga: Wakil Indonesia alihkan fokus ke FFWS SEA Fall usai EWC 2026 Free Fire
Perubahan tersebut menjadi upaya EVOS untuk kembali menemukan performa terbaik setelah mencatat hasil kurang memuaskan dalam sejumlah turnamen terakhir, termasuk EWC 2026.
ONIC juga membawa perubahan dengan mendatangkan kembali Geday dan merekrut Rattapoom Sunthalunai atau Poom dari Thailand. Kehadiran POOM menjadikan ONIC sebagai tim Indonesia pertama yang memasukkan pemain Thailand ke dalam roster kompetitifnya.
ONIC merupakan satu-satunya tim Indonesia yang pernah menjuarai FFWS SEA setelah merebut gelar Spring 2025. Namun, tim tersebut gagal mengamankan tiket FFWS Global Finals 2025, tidak lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring, dan melewatkan EWC 2026 di Paris.
Adapun MBR Omega melengkapi wakil Indonesia setelah menjuarai Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall. Tim tersebut memiliki Muhammad Akbar atau BARA yang berpengalaman tampil di FFWS 2022, EWC 2024, dan FFWS Global Finals 2024.
Setelah melewati Knockout Stage yang berlangsung hingga 6 September, hanya 12 dari 18 tim yang akan melaju ke Grand Finals di Surabaya pada 19-20 September 2026.
Pada babak puncak, seluruh tim akan menggunakan format Champion Rush. Tim pertama yang mencapai 110 poin dan kemudian meraih Booyah akan dinobatkan sebagai juara FFWS SEA 2026 Fall.
Baca juga: 12 tim kunci tempat di grand finals FFNS 2026 Fall






Komentar (0)