Seorang siswa SMK Pelayaran Kupang berinisial A (16) ditangkap atas kasus penusukan terhadap gurunya pria bernama Soleman Malo alias Eman (27) di asrama SMK Pelayaran, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapolsek Kota Lama AKP Zainal Arifin, mengatakan peristiwa ini berawal saat korban tengah tidur di asrama pada Rabu (12/8) malam. Pelaku kemudian menggedor-gedor kamarnya, saat itu ia telah membawa senjata tajam.
Saat korban membuka pintu kamarnya, pelaku langsung menghujani korban dengan tusukan. Akibatnya, guru bahasa Inggris itu mengalami sejumlah luka.
"Dugaan ini diperkuat karena ada teriakan Pak, Pak sebelum pelaku menggedor pintu dan masuk menikam korban," kata Arifin lewat keterangannya, Jumat (14/8).
Korban kemudian berteriak minta tolong dan membuat penghuni asrama lain terbangun lalu membawanya ke rumah sakit.
Sementara pelaku saat itu melarikan diri.
"Korban saat ini masih dirawat di RSUD SK Lerik Kota Kupang sehingga belum dimintai keterangan oleh penyidik," jelas Arifin.
Pelaku DitangkapSetelah menerima laporan tersebut, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan.
Polisi kemudian mengantongi identitas pelaku dan melacak persembunyian A di sebuah kos di Jalan Anggrek, Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, pada Kamis (13/8) siang.
Saat ini, A sudah diamankan di Mapolsek Kota Lama dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. A merupakan siswa kelas II jurusan Nautika Kapal Niaga SMK Pelayaran Kupang.
"Kami masih berupaya menemukan barang bukti pisau yang dipakai terduga pelaku untuk menikam korban. Selain itu, kami masih meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk beberapa guru dan rekan terduga pelaku," jelasnya.
Motif Sakit Hati Sering DibullyKepada polisi, A mengaku kesal sering direndahkan oleh guru laki-laki tersebut.
"Saya sering disebut kampungan, singgung orang tua saya dan kampung halaman saya di Alor sehingga saya sakit hati," ucap A.
A baru dua tahun menetap di Kota Kupang. Setelah lulus SMP di Kabupaten Alor, ia melanjutkan pendidikan ke SMK Pelayaran Lasiana.
Warga Padang Tekukur, Desa Mutiara, Kecamatan Teluk Mutiara, Alor, ini memilih tinggal di kost Jalan Anggrek Nomor 2, Bimoku, Kelurahan Lasiana, sementara teman-temannya sebagian besar menempati asrama sekolah.
Ia mengaku sudah lama memendam rasa sakit hati akibat perkataan korban yang kerap merendahkan dirinya dan teman-teman sesama siswa dari daerah.
"Saya sakit hati dan dendam karena korban sering merendahkan kami apalagi kami dari daerah. Bukan saya saja yang tidak suka dengan korban, tapi banyak teman yang tidak suka dengan dia," tandasnya.
Rasa sakit hati memuncak pada Rabu malam (12/8/2026) saat korban kembali melontarkan ucapan yang dinilai menghina dirinya dan keluarganya. Ia pun mengambil pisau dapur dari tempat kost, lalu pergi ke asrama sekolah mencari korban.
"Saya ketuk pintu kamar tapi tidak dibuka, jadi saya dobrak pintu kamar hingga terbuka dan langsung menikam korban beberapa kali," akunya.
Ia menegaskan tidak ada niat lain selain meluapkan rasa sakit hati yang sudah lama dipendam.
"Tidak ada niat lain, saya hanya sakit hati jadi saya ambil pisau dapur di kost dan cari korban di asrama lalu saya tikam dengan pisau," pungkasnya.






Komentar (0)