Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilainya tidak produktif. Bahkan, Prabowo menyindir adanya praktik yang menurutnya hanya membuat laporan seolah-olah perusahaan negara mencatat keuntungan.
“Saya laporkan semua, saya takut rakyat kita marah. Terlalu banyak BUMN tidak produktif, ngarang aja itu untungnya ,” kata Prabowo dalam pidatonya di hadapan anggota parlemen, Jumat (14/8/2026).
Advertisement
Prabowo mengatakan pemerintah menemukan persoalan tersebut setelah membentuk Danantara. Saat itu, pemerintah mencatat terdapat 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya.
Menurut Prabowo, jumlah tersebut terlalu besar karena di dalamnya terdapat banyak perusahaan yang tidak produktif serta terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris.
“Ketika kita bentuk Danantara, kita menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Terlalu banyak yang tidak produktif. Terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris,” ujarnya.
Prabowo menegaskan BUMN merupakan aset milik seluruh rakyat Indonesia sehingga tidak boleh menjadi sumber kepentingan kelompok tertentu.
“BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa,” tegasnya.





Komentar (0)