VIVA –Jika Anda baru saja menginjak usia 50 tahun, mungkin sulit dipercaya bahwa Anda sudah melewati setengah abad kehidupan. Usia Anda memang bertambah, tetapi Anda juga semakin matang dan berpengalaman. Jika memiliki anak, kemungkinan mereka sudah beranjak remaja atau bahkan sudah menikah dan tidak tinggal serumah. Kondisi ini memberi Anda lebih banyak waktu untuk memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri.
Itulah yang sebaiknya mulai Anda lakukan. Menurut para ahli, usia 50-an juga menjadi masa ketika tanda-tanda penuaan mulai semakin terasa. Memasuki usia 50 seharusnya menjadi alarm bagi pria untuk bertanya, 'Apakah selama ini saya sudah melakukan hal yang benar?', kata dokter spesialis geriatri di Cleveland Clinic, Kenneth Koncilja, M.D.
"Setelah memasuki usia 50-an, Anda perlu lebih serius memperhatikan pencegahan penyakit dan menjalani gaya hidup sehat dibandingkan sebelumnya," ujarnya.
Sejumlah perubahan fisik akibat bertambahnya usia mungkin sudah Anda kenal, seperti rambut yang mulai memutih, garis rambut yang semakin mundur, kerutan di sekitar mata, serta meningkatnya risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan berbagai penyakit kronis lainnya. Namun, ada pula perubahan lain yang mungkin tidak Anda duga.
Memahami perubahan yang terjadi pada tubuh dan mengetahui cara mengatasinya dapat membantu menjaga tubuh tetap kuat hingga memasuki usia 60, 70, bahkan 80 tahun. Berikut beberapa perubahan yang mungkin terjadi pada pria di usia 50-an menurut Koncilja dan sejumlah ahli lainnya seperti dikutip dari laman aarp.org, Jumat 14 Agustus 2026.
1. Massa otot mulai berkurang
Penelitian menunjukkan bahwa pria maupun wanita rata-rata kehilangan sekitar 1 hingga 2 persen massa otot setiap tahun setelah berusia 50 tahun. Menurut kepala divisi geriatri di Duke University School of Medicine, Cathleen Colón-Emeric, M.D. kondisi tersebut berkaitan dengan menurunnya hormon pertumbuhan serta perubahan pada sel-sel serat otot. Sejumlah penelitian juga mengaitkan kadar testosteron yang rendah dengan berkurangnya massa otot.
"Sel-sel otot mulai dipenuhi lemak dan tidak lagi berfungsi sebaik sebelumnya. Namun, menurut saya, pada pria perubahan ini terkadang terasa lebih sulit karena mereka tidak menduganya," katanya.






Komentar (0)