Jakarta: Sudah setengah jam berbaring di kasur, mata dipejamkan berkali-kali, tetapi pikiran justru semakin ramai berkelana ke mana-mana.
Situasi semacam ini pasti pernah dialami banyak orang: tubuh terasa lelah, tetapi tidur seolah enggan datang. Padahal, tidur merupakan bentuk istirahat terbaik bagi tubuh, waktu di mana sebagian besar organ akhirnya bisa beristirahat setelah digunakan bekerja seharian penuh.
Jika terus-menerus tertunda, kesulitan tidur dapat berdampak buruk pada kondisi fisik hingga menyebabkan seseorang jatuh sakit. Rupanya, masalah ini juga pernah dialami oleh salah seorang sahabat Nabi, dan Rasulullah saw. mengajarkan sebuah doa khusus sebagai solusinya.
Doa Agar Mudah Tidur
Ilustrasi: Andrew Patrick/Pexels
Mengutip NU Online dari buku Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, diceritakan bahwa Zaid bin Tsabit r.a., salah seorang sahabat Rasulullah saw., suatu malam mengadu karena dirinya tidak bisa tidur.
Ia hanya tergolek di pembaringan dalam keadaan terjaga dan gelisah, dengan pikiran serta batin yang terus mengembara. Melihat kondisi tersebut, Rasulullah saw. mengajarinya sebuah doa untuk mengatasi kesulitan tidur akibat rasa gelisah.
Berikut doa yang diajarkan Rasulullah saw. kepada Zaid bin Tsabit:
Allahumma gharatin nujum wa hadaatil uyun, wa anta hayyun qayyum, la takhudzuhu sinatun wa la naum. Ya hayyu, ya qayyum, ahdi layli wa anim ayni.
Artinya: "Tuhanku, bintang-bintang telah tenggelam, dan banyak bola mata menjadi tenang, sementara Engkau adalah Zat Maha Hidup dan Zat Maha Tegak. Kantuk dan tidur tidak memengaruhi-Mu. Wahai Zat Maha Hidup dan Zat Maha Tegak, tenangkan malam hamba dan istirahatkan sepasang bola mata hamba."
Zaid pun mengikuti anjuran Rasulullah saw. dengan mengamalkan doa tersebut menjelang istirahat di tempat tidur. Ia kemudian bertutur:
"Alhamdulillah, Allah menghilangkan kegelisahan yang kuhadapi."
Baca Juga :
Doa saat Sakit Ringan: Demam, Pusing, dan Masuk AnginDoa ini dapat diamalkan oleh siapa pun yang sedang dilanda suasana hati dan pikiran kalut hingga berujung sulit tidur.
Sebagaimana yang dialami oleh Zaid bin Tsabit, doa ini menjadi pengingat bahwa ketenangan malam sesungguhnya berada di tangan Allah SWT, Zat yang tidak pernah mengantuk maupun tertidur, sehingga sudah semestinya menjadi tempat bersandar ketika rasa gelisah menghalangi waktu istirahat.





Komentar (0)