Konstruksi Smelter HPAL Pomalaa Tuntas 100 Persen, PT Vale Bersiap Masuk Tahap Operasional

pantau.com
59 menit lalu
Cover Berita

Pantau - PT Vale Indonesia Tbk menyatakan konstruksi fisik dan mekanis smelter nikel berbasis high pressure acid leach (HPAL) di Blok Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, telah tuntas dan kini memasuki tahap uji coba pengoperasian atau commissioning.

Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk, Budiawansyah, mengatakan salah satu lini smelter telah mencapai tahap mechanical completion atau penyelesaian mekanis dengan progres 100 persen.

"Sudah (tuntas) konstruksi. Satu line sudah mechanical completion. Konteks mechanical completion sudah selesai, sudah 100 persen," ungkap Budiawansyah.

Smelter HPAL Pomalaa Masuki Tahap Uji Coba

Setelah konstruksi fisik dan mekanis rampung, PT Vale mulai membawa smelter HPAL Pomalaa menuju tahap commissioning sebelum fasilitas tersebut beroperasi.

Budiawansyah menjelaskan proses uji coba pengoperasian hanya dapat dilaksanakan setelah pembangunan fisik fasilitas selesai.

Ia memperkirakan proses commissioning tidak akan berlangsung lama karena secara fisik smelter tersebut telah siap untuk beroperasi.

"Nggak lama (uji cobanya). Yang penting kan fisiknya tuh siap beroperasi. Tinggal nunggu hari baik," kata Budiawansyah.

Dengan kondisi tersebut, PT Vale menilai smelter HPAL Pomalaa pada dasarnya telah siap memasuki tahap operasional setelah proses uji coba selesai.

Sebelumnya, PT Vale menargetkan smelter HPAL Pomalaa mulai beroperasi pada kuartal III 2026.

Target pengoperasian tersebut lebih cepat dibandingkan rencana sebelumnya yang menetapkan smelter mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.

Kapasitas Produksi Ditargetkan 120 Ribu Ton MHP

Smelter HPAL Pomalaa ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 120 ribu ton nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP).

MHP merupakan material berbentuk bubuk berwarna hijau keabu-abuan yang mengandung campuran nikel hidroksida dan kobalt hidroksida.

Produk tersebut menjadi salah satu bahan baku utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Untuk menunjang fasilitas pengolahan tersebut, aktivitas pertambangan di Blok Pomalaa menghasilkan bijih nikel jenis saprolit sebanyak 7 juta wet metric ton (wmt) per tahun.

Selain saprolit, aktivitas pertambangan di Blok Pomalaa menghasilkan bijih nikel jenis limonit sebanyak 21 juta wmt per tahun.

Dengan demikian, total produksi bijih nikel dari aktivitas pertambangan Blok Pomalaa mencapai sekitar 28 juta wmt per tahun, yang terdiri atas 7 juta wmt saprolit dan 21 juta wmt limonit.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jejak Narkoba di Kampung Bahari, dari Apotek Khusus Sampai Uang Miliaran
• 4 jam lalu
0
thumb
India Mundur dari ASEAN Cup 2026, Pilih Laga Persahabatan Lawan Brasil
• 3 jam lalu
0
thumb
Tarif Resiprokal AS untuk Indonesia Turun Jadi 10 Persen, Pemerintah Masih Kejar Nol Persen
• 22 jam lalu
0
thumb
Julie Andrews Menolak Gabung Film Princess Diaries 3, Ini Alasannya
• 12 jam lalu
0
thumb
Konstruksi Smelter HPAL Pomalaa Tuntas 100 Persen, PT Vale Bersiap Masuk Tahap Operasional
• 59 menit lalu
0
Berhasil disimpan.