Jakarta: Pertanyaan mengenai kapan musim hujan 2026 sudah mulai banyak dicari masyarakat seiring puncak musim kemarau yang diprediksi masih akan terjadi pada Agustus hingga September.
Namun, musim hujan di Indonesia tidak datang secara bersamaan. Waktu peralihannya berbeda-beda di setiap wilayah karena dipengaruhi kondisi atmosfer, geografis, serta pola musim masing-masing daerah.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau pada Agustus 2026.
Kapan Musim Hujan 2026 Dimulai?BMKG belum menetapkan satu tanggal yang menjadi awal musim hujan 2026 secara nasional. Hal ini karena awal musim hujan berbeda pada setiap Zona Musim (ZOM).
Dalam pemutakhiran prediksi musim kemarau Juni 2026, BMKG menyebut puncak musim kemarau di Indonesia sebagian besar terjadi pada Agustus 2026. Sebanyak 369 ZOM atau sekitar 48,84 persen wilayah diprediksi mengalami puncak kemarau pada bulan tersebut. Sementara itu, 169 ZOM atau sekitar 25,41 persen diprediksi mengalami puncak kemarau pada September 2026.
Artinya, sebagian wilayah baru akan memasuki masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan setelah melewati puncak kemarau. Peralihan tersebut dapat berlangsung secara bertahap dan tidak terjadi secara serentak.
Musim Hujan Diperkirakan Datang BertahapMasyarakat perlu memahami bahwa turunnya hujan sesekali tidak selalu menandakan musim hujan telah dimulai. Pada musim kemarau maupun masa peralihan, hujan tetap dapat terjadi akibat dinamika atmosfer lokal.
BMKG mencatat bahwa meskipun sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kondisi kering, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi secara lokal. Pada Juli 2026, misalnya, sejumlah wilayah tetap mengalami hujan akibat aktivitas gelombang atmosfer dan faktor regional lainnya.
Karena itu, awal musim hujan ditentukan berdasarkan kriteria klimatologis dan perkembangan curah hujan dalam suatu wilayah, bukan hanya berdasarkan satu atau dua kali kejadian hujan.
Baca Juga :
Ini Provinsi Diprediksi Turun Hujan Periode 11-17 AgustusDok: BMKG
Prediksi BMKG menunjukkan bahwa tahun 2026 berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia.
Dalam pemutakhiran Juni 2026, sebanyak 482 ZOM atau sekitar 56,18 persen luas wilayah Indonesia diprediksi mengalami sifat musim kemarau di bawah normal, yang berarti lebih kering dibandingkan kondisi normalnya. Selain itu, sebagian besar wilayah diprediksi mengalami durasi musim kemarau selama 10 hingga 21 dasarian.
BMKG juga memperkirakan pengaruh El Niño dapat memperkuat kondisi kering pada 2026. Wilayah yang berada di selatan khatulistiwa, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian Sumatra dan Papua Selatan, termasuk daerah yang perlu mewaspadai dampak kemarau.
Baca Juga :
BMKG Imbau Petani Sultra Hemat Air di Tengah Ancaman KekeringanUntuk wilayah Jabodetabek, awal musim hujan juga tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan kalender nasional. Masyarakat perlu melihat perkembangan curah hujan dan prediksi BMKG khusus wilayah masing-masing.
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Banten mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Wilayah tersebut mencakup sejumlah daerah di Tangerang, Tangerang Selatan, Serang, Lebak, Pandeglang, dan Cilegon.
Dengan demikian, masyarakat Jabodetabek masih perlu bersiap menghadapi kondisi kering pada Agustus dan memantau informasi terbaru BMKG mengenai masa peralihan menuju musim hujan.





Komentar (0)