Kematian Terduga Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Sutrimo mulai menemui titik terang. Tim forensik yang melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazahnya menyatakan tidak menemukan tanda luka yang mengarah pada kekerasan benda tumpul maupun benda tajam.
Ketua Tim Forensik, Prof Yudi Her Oktaviono dari Universitas Airlangga (Unair), menjelaskan bahwa pemeriksaan luar maupun pemeriksaan dalam terhadap jenazah tidak menunjukkan tanda kekerasan.
Baca Juga: Di Balik Undangan Acara dari Prabowo Tak Akan Dipenuhi SBY
“Dari hasil pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam, secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang di mana diakibatkan oleh karena kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam,” kata Yudi, dikutip Kamis (13/8/2026).
Meski tidak ditemukan luka akibat kekerasan, tim forensik belum dapat langsung menyimpulkan penyebab pasti kematian Sutrimo. Yudi menjelaskan, proses ekshumasi tidak berhenti pada pemeriksaan fisik jenazah. Tim juga mengambil sejumlah sampel untuk menjalani pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
“Nah, untuk itu kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengambil sampel-sampel untuk memastikan, mencari penyebab pasti kematian,” ujarnya.
Sampel tersebut nantinya akan diperiksa oleh sejumlah ahli dengan bidang keahlian berbeda. Pemeriksaan meliputi histopatologi oleh ahli patologi anatomi serta toksikologi yang akan dikombinasikan dengan pemeriksaan dari Puslabfor Polri.
Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat kondisi medis tertentu atau zat tertentu yang berkaitan dengan kematian Sutrimo. Selain itu, tim forensik juga melakukan pemeriksaan DNA.
“Kami tetap mengupayakan untuk proses identifikasi dan juga untuk mencari penyebab kematian yang lebih lengkap, yaitu dengan pemeriksaan DNA. Sehingga sampai saat ini proses untuk finalisasi masih tetap berlangsung menunggu sampai hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut,” jelas Yudi.
Temuan tidak adanya luka akibat kekerasan menjadi salah satu perkembangan penting dalam perkara tersebut. Namun, hasil itu belum otomatis menjawab seluruh pertanyaan mengenai bagaimana meninggalnya Sutrimo.
Hasil tersebut menjadi temuan awal penting dalam penyelidikan kematian dari sosok terkait yang sebelumnya menimbulkan tanda tanya. Terlebih, Sutrimo ditemukan dengan kondisi mulut dan hidung berbusa sehingga keluarganya menduga kematian tersebut tidak wajar.
Adapun Kuasa hukum Eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, Firman Wijaya membantah kabar status dari Sutrimo. Ia menegaskan bahwa sosok itu bukan kepala rumah tangga (karumga) dari Febrie.
Pihak Febrie menjelaskan bahwa sosok itu merupakan penjaga dari Klinik Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Klinik itu sendiri kini sudah tidak beroperasi dan disebut sebagai rumah kosong.
Baca Juga: Jokowi Soal Kaesang Maju di Kandang PDIP: Sudah Dihitung, Risiko Persaingan Juga Dikalkulasi
"Jadi posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti yang banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah yang kosong dan tinggal di sana," jelas Firman Wijaya.






Komentar (0)