Pramono Minta Viralkan Pelaku Pembuang Sampah Ilegal di Cilincing: Untuk Efek Jera!

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan agar pelaku pembuang sampah ilegal di kawasan Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, diviralkan.

Politikus PDI Perjuangan itu meminta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik untuk membuka identitas pihak-pihak yang terlibat ke publik sebagai efek jera.

"Saya sudah meminta kepada Dinas Kominfotik dan juga jajaran terkait, siapa pun yang melakukan ini untuk diumumkan kepada publik," ujar Pramono dalam keterangannya pada Rabu, 12 Agustus 2026.

BACA JUGA:Shin Tae-yong Terima Tantangan Pramono, Ingin Bawa Persija Juara sebagai Hadiah HUT ke-500 Jakarta

Pramono juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan sanksi tegas pada pelaku sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Maka untuk itu, saya minta kepada OPD terkait untuk mengambil langkah tegas, memberhentikan, dan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan," kata Pramono

Adapun perhatian serius tersebut diberikan sehubungan timbunan sampah seluas sekitar 5,8 hektare di kawasan Jalan Reformasi/Inspeksi Kirana, Nagrak, yang beroperasi di luar sistem pengelolaan sampah resmi Pemprov DKI Jakarta.

Pramono menegaskan, lokasi pembuangan sampah ilegal tersebut tidak dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta.

"Berkaitan dengan sampah yang ada di Cilincing, saya juga sudah mendapatkan laporan bahwa di TPS liar Nagrak, Cilincing itu pengelolanya adalah swasta. Dan itu tidak ada kaitannya dengan Pemerintah DKI Jakarta," tegasnya.

Berdasarkan laporan awal, sampah yang menumpuk di lokasi tersebut bukan berasal dari sampah rumah tangga warga, melainkan limbah dari sektor komersial.

BACA JUGA:Penyebab Kebakaran Kantor Bapenda DKI Masih Misteri, Pramono: Tunggu Keterangan Polisi

Selain itu, lahan yang digunakan hingga kini masih berstatus sengketa kepemilikan.

Pramono menjelaskan, sampah yang dibuang secara ilegal mayoritas berasal dari sektor horeka (hotel, restoran, dan kafe).

Sampah tersebut diangkut oleh pengelola swasta yang memungut biaya dari pelanggan, tetapi kemudian dibuang secara sembarangan di kawasan Nagrak.

"Sampah itu tempatnya di PT Granito dan almarhum Ibu Yusi sebagai tempat penimbunan sampah itu. Sampah yang diambil itu semuanya dari horeka: hotel, restoran, kafe. Sehingga dia mendapatkan biaya untuk mengangkut sampahnya, tetapi ditimbun sembarangan," ungkapnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perkuat Swasembada Gula, PG Meritjan Kediri Terima Kunjungan Strategis SGN dan Kementan
• 20 jam lalu
0
thumb
Kapal KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Pelayaran Padangbai–Lembar Gempar
• 7 jam lalu
0
thumb
Penghuni Kos di Jakbar Protes, Terganggu Acara Ormas hingga Larut Malam
• 15 jam lalu
0
thumb
Nasib 2 Bintang Timnas Indonesia Usai Piala AFF 2026: Masih Tanpa Klub
• 5 jam lalu
0
thumb
Misteri Hilangnya 2.000 Dollar Singapura dari Amplop Bupati Kuansing ke Menhut Raja Juli
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.