Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak seluruh jajaran Kementerian Sosial menjadikan momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sebagai pengingat untuk terus berbenah, menjaga integritas, dan meningkatkan prestasi.
Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul di hadapan ribuan pegawai dalam Pembukaan Peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Gus Ipul menegaskan semangat berbenah harus dimulai dengan keberanian bersikap jujur dan terbuka terhadap kondisi yang ada di lingkungan Kemensos.
Menurutnya, kejujuran dan keterbukaan diperlukan agar setiap kebijakan serta program Kemensos berjalan efektif dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Gus Ipul Soroti Data dan Masyarakat yang Belum TerjangkauGus Ipul menyoroti pentingnya keterbukaan mengenai data yang dimiliki Kemensos sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelaksanaan program.
"Kita harus jujur, kita harus terbuka terhadap segala hal, termasuk tentang data-data kita yang kita miliki," ungkap Gus Ipul.
Ia juga mengajak seluruh jajaran melakukan refleksi terhadap perjalanan Kemensos dengan melihat kembali berbagai capaian yang telah diraih dan pekerjaan rumah yang masih harus diperbaiki bersama.
Gus Ipul memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemensos atas kebersamaan dan berbagai prestasi yang telah dicapai.
"Saya dan Pak Wakil Menteri Sosial Agus Jabo berterima kasih atas kebersamaan kita selama ini, telah mencapai prestasi-prestasi yang luar biasa. Saya bersyukur dan memberikan rasa hormat, serta bangga saya kepada seluruh jajaran Kemensos," kata Gus Ipul.
Meski mengapresiasi berbagai pencapaian tersebut, Gus Ipul mengingatkan masih terdapat kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau pembangunan.
Ia menyebut kelompok tersebut sebagai "the invisible people" atau "orang-orang yang tidak terlihat".
Kelompok itu antara lain mencakup anak usia sekolah yang tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah atau mengalami putus sekolah.
Selain itu, terdapat keluarga dengan kondisi sosial ekonomi yang belum tercatat secara baik sehingga berpotensi tidak terjangkau program pemerintah.
"Mari kita mulai dengan kejujuran, keterbukaan ini, sebab inilah yang akan mengantarkan kita agar program-program kita ini efektif dan berdampak di tengah-tengah masyarakat," ujar Gus Ipul.
Kemensos Diminta Hemat dan Tinggalkan Kebiasaan LamaSelain keterbukaan, Gus Ipul menekankan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan pekerjaan di lingkungan Kemensos.
Ia meminta seluruh jajaran meninggalkan kebiasaan lama yang tidak sesuai dengan aturan serta memastikan anggaran negara digunakan sesuai kebutuhan.
"Jangan korupsi, lupakan dan tinggalkan kebiasaan lama," tegas Gus Ipul.
Pesan mengenai efisiensi anggaran tersebut sejalan dengan semangat "Kemensos Hemat, Layanan Hebat" yang tercantum pada kaos para pegawai dalam kegiatan peringatan HUT ke-81 RI.
Menurut Gus Ipul, berhemat bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat, melainkan memastikan setiap belanja dilakukan berdasarkan kebutuhan dan menghasilkan manfaat nyata.
Ia meminta pegawai tidak memiliki kebiasaan sekadar menghabiskan anggaran atau melakukan belanja yang tidak diperlukan.
"Jangan kebiasaan asal menghabiskan uang, terus asal belanja sembarangan," kata Gus Ipul.
Pegawai Diminta Terbuka Sampaikan MasukanGus Ipul juga menginginkan budaya berbenah berlangsung dalam suasana kerja yang terbuka, termasuk dalam hubungan antara pimpinan dan pegawai Kemensos.
Ia meminta pegawai tidak menghindar ketika berpapasan dengannya maupun dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Sebaliknya, Gus Ipul berharap pegawai berani mendekati pimpinan dan menyampaikan langsung masukan apabila menemukan kekurangan maupun persoalan di lingkungan Kemensos.
"Kalau ketemu saya sama Pak Wamen jangan malah lari, mendekat ke saya, apabila perlu kasih masukan, 'Pak, ini kurang begini, ada yang kurang beres ini, Pak,' Itu buat saya malah lebih melegakan," ungkap Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, keterbukaan tersebut diharapkan membuat seluruh jajaran Kemensos semakin kompak sekaligus menghasilkan lebih banyak capaian dan prestasi.
Ia menegaskan prestasi Kemensos bukan hasil pekerjaan satu atau dua unit tertentu, melainkan hasil kerja bersama seluruh jajaran kementerian.
"Mari kita gandeng tangan, bikin prestasi," kata Gus Ipul.





Komentar (0)