BANGKOK - Seorang mantan anggota parlemen atau DPR Thailand diduga menembak mati seorang pejabat daerah di dekat Bangkok, lalu menghubungi siaran langsung (livestream) YouTube untuk memberi tahu pembawa acara—seorang pengamat politik—tentang perbuatannya.
Mantan anggota parlemen Nonthaburi, Chalong Reawraeng, memberi tahu pembawa acara yang terkejut, Anchalee Paireerak, bahwa ia telah menembak Thongchai Yenprasert—seorang mantan pejabat kepolisian—di luar kantor Thongchai di pinggiran utara ibu kota.
Thongchai, yang tertembak di bagian leher, meninggal dunia di rumah sakit. Sopirnya tertembak di bagian lengan dan tangan.
Chalong sempat ditangkap, tetapi kemudian diizinkan menggelar konferensi pers di kantor polisi. Di sana, ia berusaha menjelaskan kejadian tersebut sembari merokok.
Polisi menyatakan bahwa mereka mengabulkan permintaan yang tidak lazim itu agar Chalong bisa meminta maaf kepada keluarga korban. Namun, begitu berada di depan mikrofon, ia justru memaparkan tindakannya secara rinci selama lebih dari enam menit.
Ia mengatakan kepada para wartawan bahwa Thongchai "marah" kepadanya, tetapi tidak menjelaskan alasannya. Ia juga mengaku tidak berniat menembak Thongchai, sosok yang ia sebut sebagai "teman baik".
Chalong mengatakan bahwa ia sempat menyampaikan kepada Thongchai keinginannya untuk berbicara. Menurut laporan media setempat, keduanya terlibat dalam perselisihan pribadi.
"Dia (Thongchai) kemudian mendorong saya sambil berkata, 'Saya tidak mau bicara, saya tidak mau bicara'," terangnya, sebagaimana dilansir BBC.
Chalong mengatakan bahwa ia kemudian mengikuti Thongchai menuju mobilnya.





Komentar (0)