Luhut Ungkap Peran AI di Balik Akta Kelahiran Otomatis

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: KemenPANRB

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat kini semakin dimudahkan karena tidak perlu lagi mengurus dokumen administratif kependudukan secara terpisah. Pasalnya pemerintah telah meluncurkan Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran melalu integrasi Sistem Informasi Rumah Sakit/Puskesmas-SATUSEHAT-Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (11/7/2026).

Melalui integrasi antar sistem ini, akta kelahiran dapat diterbitkan secara otomatis dan dikirim secara daring sesaat setelah bayi lahir di fasilitas kesehatan.


Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa akta kelahiran digital nantinya dapat langsung diterima melalui fasilitas kesehatan tempat persalinan, baik Puskesmas maupun rumah sakit. Dokumen juga bisa dikirim melalui email atau nomor WhatsApp orang tua untuk kemudian dicetak secara mandiri sehingga dapat memutus pungli.

Baca: 4,5 Juta Anak RI Tak Punya Akta Kelahiran, Rentan Perdagangan Orang

"Begitu lahir, kemudian langsung dikeluarkan akte kelahiran karena sistemnya connect, Puskesmas misalnya atau rumah sakit langsung diserahkan di situ, digitalnya bisa langsung di-print out dan kemudian bisa juga kalau orang tuanya punya e-mail dikirim lewat e-mailnya atau kalau dia punya WhatsApp bisa dikirim ke WhatsApp orang tuanya tinggal dia print sendiri silakan," terangnya, dikutip Rabu (12/8/2026).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa integrasi data ini akan mempermudah penerbitan dokumen kependudukan bagi anak yang baru lahir. Pasalnya, sekitar 4,8 juta bayi lahir di Indonesia setiap tahun atau sekitar 13 ribu bayi setiap hari.

"Karena itu, pencatatan kelahiran perlu diintegrasikan agar dokumen kependudukan bayi dapat diterbitkan lebih cepat," ujarnya.

Baca: China Balas Amerika, Respons Anak Buah Trump Tidak Terduga

"Sekarang data kelahiran bisa langsung diintegrasikan dengan data Dukcapil-nya atau SIAK. Supaya kalau ada ibu yang melahirkan, akte kelahirannya termasuk kartu keluarganya bisa langsung keluar secara digital," tambahnya.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa pengintegrasian data dan perencanaan berbasis data penting dilakukan untuk efisiensi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) untuk mengintegrasikan data membuat proses layanan menjadi lebih cepat dan akurat.

"Semua data itu berbicara satu sama lain, di-support oleh AI dan AI meng-cleansing semua data itu menjadi terintegrasi dan prosesnya jadi sangat cepat," jelasnya.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Akselerasi AI Indonesia Hadapi Tantangan Data Silo, Solusinya?

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Purbaya Sudah Salurkan Bantuan Rp 20,5 T untuk 490 Pemda Bayar Gaji Pegawai
• 20 jam lalu
0
thumb
Dedi Mulyadi Ikut Interogasi, Sejumlah Fakta Terungkap dalam Kasus Tabrak Lari Polisi di Bandung
• 9 jam lalu
0
thumb
Eksklusif! Jordy Wehrmann soal Progres Naturalisasi Menjadi WNI: Masih Terus Menunggu
• 3 jam lalu
0
thumb
PT KIMA Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
• 20 jam lalu
0
thumb
Gus Rozin Akan Kembalikan Marwah NU dan Perkuat hingga Pelosok
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.