Pantau - Pemerintah Provinsi Maluku menghadirkan replika rumah Laksamana Tadashi Maeda di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2026.
Replika tersebut dihadirkan untuk menghidupkan kembali sejarah perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sekaligus menjadi sarana edukasi, terutama bagi generasi muda.
Juru Bicara Pemprov Maluku sekaligus Wakil Ketua Panitia HUT ke-81 RI di Maluku, Kasrul Selang, mengatakan rumah Laksamana Maeda dipilih karena memiliki posisi penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia.
"Tema HUT RI kali ini di Ambon menggunakan replika rumah Laksamana Maeda adalah untuk mengingat sejarah di mana naskah teks Proklamasi dirumuskan, sehingga untuk memperkenalkan kepada generasi muda bagaimana naskah teks Proklamasi itu dirumuskan hingga mencapai kemerdekaan Indonesia," kata Kasrul.
Pemprov Maluku berharap replika tersebut tidak sekadar menjadi ornamen peringatan kemerdekaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana bagi masyarakat untuk memahami proses panjang dan perjuangan yang melatarbelakangi lahirnya Proklamasi.
Angkat Detik-Detik Perumusan ProklamasiDesainer replika rumah Laksamana Maeda, Calleb Ang, menjelaskan konsep desain mengambil suasana detik-detik menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Sejumlah unsur sejarah ditampilkan dalam desain, mulai dari teks Proklamasi, gambaran rumah Laksamana Maeda, hingga sosok Soekarno dan Mohammad Hatta.
"Untuk desain kali ini kita mengambil tema detik-detik Proklamasi. Kita terinspirasi dari kisah Soekarno dan Hatta bersama-sama menyusun teks Proklamasi," kata Calleb.
Teks Proklamasi sengaja ditempatkan sebagai salah satu elemen utama agar generasi muda dapat kembali berinteraksi dengan sejarah sekaligus memahami perjuangan para tokoh menuju kemerdekaan Indonesia.
"Harapannya karena banyak sekali anak-anak muda atau generasi sekarang yang bahkan mungkin sudah tidak tahu sejarah, tidak tahu cerita ini, tidak tahu bahwa ada kisah dan perjuangan orang-orang yang memberikan pikirannya untuk kemerdekaan Indonesia," ungkap Calleb.
Replika di Ambon tersebut terinspirasi dari rumah Laksamana Maeda di Jakarta Pusat yang menjadi tempat Soekarno, Mohammad Hatta, dan sejumlah tokoh lainnya merumuskan naskah Proklamasi pada 16 Agustus 1945.
Dibangun Tiga Minggu, Bentuk Disesuaikan dengan LokasiReplika rumah Laksamana Maeda di Ambon tidak dibuat sama persis dengan bangunan aslinya, melainkan menggunakan konsep lebih sederhana dengan mempertimbangkan kondisi lokasi dan ketinggian bangunan.
Penyederhanaan desain tetap mempertahankan karakter utama bangunan agar masyarakat dapat mengenalinya sebagai representasi rumah Laksamana Maeda.
"Kalau aslinya sebenarnya dua lantai, tetapi kita bikin dengan konsep yang lebih sederhana. Kita menyesuaikan dengan ketinggian dan lokasi, tetapi secara garis besar bentuknya tetap terbaca," jelas Calleb.
Proses pengerjaan desain dan pembuatan replika tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga minggu, sedangkan pemasangannya di lokasi berlangsung sekitar lima hari.
Selain bentuk rumah, desain dilengkapi elemen visual Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai tokoh yang membacakan teks Proklamasi.
Keseluruhan tampilan dirancang untuk menggambarkan rangkaian peristiwa menjelang lahirnya kemerdekaan Indonesia dalam bentuk visual yang lebih mudah dipahami masyarakat.
Momentum Perkuat Semangat KebangsaanPeringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2026 mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur".
Menurut Kasrul, tema tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menghubungkan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan dengan berbagai tantangan pembangunan saat ini.
Kehadiran replika rumah Laksamana Maeda di Lapangan Merdeka secara khusus diharapkan dapat mendekatkan sejarah perjuangan kemerdekaan kepada generasi muda dalam momentum HUT ke-81 RI di Maluku.





Komentar (0)