Siswa SMKN 5 Takalar Ditebas Rekan Siswa, Tangan Luka Robek hingga Harus Jalani Operasi

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TAKALAR – Seorang siswa kelas X SMKN 5 Takalar, Muhammad Saleh Alba Paki (15), menjadi korban dugaan penganiayaan yang terjadi di lingkungan sekolah, Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Selasa, 11 Agustus.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga dianiaya oleh sesama siswa menggunakan parang. Insiden tersebut mengakibatkan korban mengalami luka robek pada bagian lengan dan harus mendapatkan penanganan medis.

Direktur RS H. Padjonga Daeng Ngalle, dr. Ruslan, membenarkan adanya seorang siswa SMKN 5 Takalar yang sedang menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Yang bersangkutan sementara berada di IGD dan mengalami luka robek pada lengannya. Rencananya hari ini akan dilakukan operasi,” ujar dr. Ruslan, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, kondisi korban saat ini relatif stabil dan tidak dalam keadaan kritis. Penanganan medis dilakukan segera setelah korban tiba di rumah sakit.

“Untuk kondisinya saat ini tidak kritis karena cepat kami tindaklanjuti dan ditangani oleh tenaga medis,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Harianto, mengaku belum dapat memberikan keterangan secara rinci terkait dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengatakan masih mengikuti sejumlah agenda kedinasan.

“Nanti kami cek karena saya tadi pagi sertijab sampai siang, lanjut sertijab. Langsung tanya ke penyidik karena saya masih lanjut acara,” kata Iptu Harianto.

Ia mengarahkan agar informasi lebih lanjut dikonfirmasi kepada Kanit PPA Polres Takalar, Ipda Syaiful, mengingat pihak yang terlibat dalam perkara tersebut masih berstatus anak.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Ipda Syaiful belum mendapatkan tanggapan.

Pihak sekolah juga masih belum memberikan keterangan. Kepala SMKN 5 Takalar, Syarifuddin, belum berhasil dikonfirmasi terkait insiden tersebut.

Insiden ini turut mendapat perhatian dari LSM Pemantik Takalar. Aktivis lembaga tersebut, Suwandi, menyayangkan adanya dugaan penggunaan senjata tajam di lingkungan sekolah.

Ia mempertanyakan bagaimana seorang siswa dapat membawa parang masuk ke area sekolah hingga akhirnya terjadi dugaan penganiayaan.

“Ini yang menjadi pertanyaan, kenapa siswa bisa membawa parang masuk ke sekolah? Berarti ada dugaan lemahnya pengawasan selama ini di lingkungan SMKN 5 Takalar yang dinahkodai Syarifuddin sebagai kepala sekolah,” tegas Suwandi.

Menurutnya, pihak sekolah perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi kejadian serta langkah yang dilakukan untuk mencegah insiden serupa kembali terjadi.

Hingga berita ini diterbitkan, kronologi lengkap dugaan penganiayaan tersebut belum diketahui secara pasti. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman, sementara pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi. (mgs)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pria di Sleman Dibegal: Disabet Golok, Pelaku Ditangkap saat Ketiduran di Jalan
• 13 jam lalu
0
thumb
Bali United Tuan Rumah Laga Pembuka Super League, PSS Sleman Jadi Ujian Perdana
• 4 jam lalu
0
thumb
Kisah Perjuangan di Balik Nama Jalan Andi Djemma Makassar
• 15 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Diminta Cepat dan Terukur Tangani Karhutla, Keselamatan Warga Jadi Prioritas
• 16 jam lalu
0
thumb
Zohran Mamdani Dukung UU Perlindungan Kurir, Amazon Diminta Bertanggung Jawab
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.