Moskow dalam Bidikan? Rudal Baru Ukraina Disebut Bisa Beroperasi dalam Dua Bulan

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

Perang Rusia-Ukraina terus memanas. Militer Ukraina mengatakan bahwa dalam satu malam mereka menembak jatuh 174 drone Shahed milik Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan rudal balistik yang dikembangkan sendiri oleh Ukraina kemungkinan sudah dapat digunakan dalam pertempuran dalam waktu 2–3 bulan, dan berpotensi mengancam Moskow. Pada saat yang sama, ia memperingatkan bahwa sebanyak 50.000 tentara Korea Utara mungkin akan dikirim ke Rusia untuk ikut berperang. Situasi perang dikhawatirkan kembali meningkat.

EtIndonesia.com Angkatan Udara Ukraina pada Minggu (9/8/2026) mengonfirmasi bahwa dalam semalam pasukan Ukraina menembak jatuh 174 drone jenis Shahed milik Rusia dan lima rudal “Banderol”.

Wilayah Odesa menjadi salah satu sasaran utama serangan. Sedikitnya 12 orang terluka, sementara sejumlah wilayah di Kota Odesa mengalami pemadaman listrik dan gangguan pasokan air. Pada saat yang sama, pasukan Rusia juga menyerang wilayah Kharkiv, menewaskan tiga orang dan melukai 37 lainnya.

Di sisi lain, pemerintah wilayah Belgorod, Rusia, menuduh Ukraina melancarkan serangan drone yang menewaskan lima orang dan melukai 25 lainnya.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah menghancurkan lebih dari 150 drone Ukraina di wilayah udara Krimea, Laut Hitam, dan Laut Azov.

Pada Sabtu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dirinya puas dengan hasil operasi serangan selama 40 hari yang bertujuan memaksa Rusia mengakhiri perang. Ia mengatakan, dalam 40 hari terakhir, serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia telah menimbulkan kerugian sedikitnya hingga 1 triliun rubel, atau sekitar 12,2 miliar dolar AS.

Zelenskyy juga mengonfirmasi bahwa rudal balistik yang dikembangkan Ukraina, FP9, kemungkinan dapat memiliki kemampuan tempur dalam waktu 2–3 bulan. Rudal tersebut disebut-sebut mampu mencapai Moskow dan meningkatkan kemampuan militer Ukraina untuk menembus tiga lapis sistem pertahanan udara di sekitar Moskow. Sementara itu, rudal balistik FP7 sedang menjalani proses sertifikasi oleh Kementerian Pertahanan Ukraina dan diperkirakan selesai bulan ini.

“Situasi di Moskow lebih kompleks. Moskow bukan sekadar ibu kota simbolis. Namun, kami sedang memberikan respons terhadap serangan mereka,” katanya. 

Selain itu, Zelenskyy mengungkapkan bahwa sebanyak 50.000 tentara Korea Utara kemungkinan akan dikerahkan ke Rusia. Ia juga menyerukan kepada Korea Selatan agar memberikan dukungan pertahanan udara kepada Ukraina.

Sementara itu, berdasarkan dokumen Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kepada Kongres pada 6 Agustus, Ukraina telah membeli sejumlah besar peralatan pertahanan buatan AS dari Turkiye. Di antaranya terdapat 70 unit Army Tactical Missile System (ATACMS) dengan jangkauan sekitar 165 kilometer. Pengiriman senjata tersebut diperkirakan akan dimulai pada akhir Agustus.

Paket tersebut juga mencakup 12 unit sistem peluncur roket multipel M270 (MLRS), lebih dari 2.000 munisi cluster, serta 47.000 peluru artileri.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa transaksi tersebut “sejalan dengan tujuan bantuan keamanan Amerika Serikat”.

Laporan gabungan: Yu Liang, New Tang Dynasty Television


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Yaqut Jalani Sidang Perdana: Doakan Semua Berjalan Baik dan Lancar
• 2 jam lalu
0
thumb
Wacanakan Tes Urine untuk Siswa SMA/SMK di Jabar, Dedi Mulyadi Soroti Kasus Begal di Subang
• 5 jam lalu
0
thumb
K3 MPR Menyiapkan Rekomendasi Strategis untuk Evaluasi Konstitusi, Reforma Agraria, dan Tata Kelola SDA
• 53 menit lalu
0
thumb
Mendagri Kejar Target Bedah 400 Ribu Rumah, Syarat Sertifikat Dipermudah
• 18 jam lalu
0
thumb
Mr. Vet dan Keepo Perkuat Edukasi Nutrisi Hewan Kesayangan Lewat Dua Acara
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.