Grid.ID - Dedi Mulyadi sedang membuat wacana berupa pelaksanaan tes urine untuk siswa SMA/SMK di Jabar (Jawa Barat). Ia menyoroti kasus begal di Subang yang pelakunya sudah kecanduan obat terlarang sejak SMK.
Kasus begal sadis yang melibatkan remaja berinisial FS dan LHZ mendapat sorotan dari Dedi Mulyadi. Sebab keduanya nekat melakukan tindak kejahatan demi membeli obat terlarang.
Akibat dari perbuatan keduanya, dua orang menjadi korban dan salah satunya meninggal dunia. Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto mengatakan kasus tersebut terjadi pada Minggu (2/8/2026) dini hari di Blok Situ Bau, Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang.
"Alhamdulillah berkat motivasi Bapak Gubernur dan Bapak Kapolda, kami berhasil melakukan pengungkapan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Kecamatan Purwadadi," ujar Andi, dikutip dari Tribun Jabar.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk sepeda motor serta sebatang kayu yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan kekerasan terhadap korban.
"Barang bukti seperti rekan-rekan sudah lihat ada sepeda motor, kemudian ada kayu yang dipergunakan pelaku untuk membunuh korban," tambah Andi.
Rencana Dedi Mulyadi
Menyoroti kasus tersebut, Dedi Mulyadi berencana untuk melakukan tes urine kepada seluruh pelajar SMA/SMK di Jawa Barat. Hal ini lantaran dua pelaku begal diketahui sudah kecanduan obat terlarang sejak kelas XI SMK.
"Tes tersebut dilakukan untuk pengujian untuk mendeteksi penyalahgunaan atau ketergantungan obat sediaan farmasi," ucap Dedi, dikutip dari Kompas.com.
Tes tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi para pelajar yang sudah kecanduan obat-obatan terlarang. Sebab masa depan mereka harus diselamatkan.
"Nanti yang sudah kecanduan obat sediaan farmasi akan kita kirim ke rehab, sehingga para pelajar yang kecanduan bisa diselamatkan sejak dini, agar kejadian seperti pelaku begal ini tidak terjadi di kemudian hari," jelasnya.
Dedi Mulyadi sedang membuat wacana berupa pelaksanaan tes urine untuk siswa SMA/SMK di Jabar (Jawa Barat). Ia ingin mencegah adanya kecanduan obat terlarang yang kian marak terjadi.
Berkaitan dengan wacana pelaksanaan tes urine untuk siswa SMA/SMK di Jabar, Dedi Mulyadi ingin mencegah kecanduan obat terlarang. Tak lupa, ia juga mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya aparat desa setempat dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa untuk memastikan daerah mereka bersih dari peredaran obat terlarang.
"Awasi dan periksa warung-warung di desa, pastikan tidak menjual miras dan obat-obatan terlarang, awasi juga warga pendatang yang membuka warung atau usaha ditakutkan ada warung-warung yang berkedok menjual kopi tapi jual obat sediaan farmasi," ucapnya.
"Kades, RT harus jadi pelopor pemberantasan obat terlarang di lingkungannya, jangan takut lawan dan berantas perangi bareng-bareng dengan warga masyarakat agar lingkungan terbebas dari obat terlarang yang dapat merusak masa depan generasi muda khususnya anak-anak kita," tambahnya. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)