Asap Karhutla Sampai Kota Pontianak: Pemkot Terapkan Pembelajaran Daring, Kasus ISPA Meningkat

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Seorang pedagang keliling melintasi Tugu Digulis Pontianak sambil menggunakan masker akibat konidisi udara yang semakin memburuk akibat karhutla, Senin (10/8/2026). (Sumber: Sucia Lucinda/Antara)

PONTIANAK, KOMPAS.TV - Kota Pontianak dilaporkan terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Barat. Kualitas udara yang memburuk membuat Pemerintah Kota Pontianak meliburkan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka.

Wali Kota Pontianak Edi Kamtono mengatakan pembelajaran tatap muka diliburkan sementara bagi siswa TK, PAUD, SD, dan SMP. Menurutnya, konsentrasi partikel udara pada malam hari di Kota Ponianak sempat mencapai di atas 200 mikrogram per kubik dan turun menjadi kategori sedang pada pagi harinya.

"Kabut asap sudah menyelimuti Kota Pontianak. Berdasarkan hasil pantauan alat pengukur kualitas udara Kota Pontianak yang berada di Kecamatan Pontianak Tenggara, kondisi udara tadi malam sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB berada dalam kategori tidak sehat," kata Edi Kamtono di Pontianak, Senin (10/8/2026).

Pemkot Pontianak belum menetapkan batas waktu penghentian pembelajaran tatap muka terkait karhutla. Menurut Edi, kebijakan ini akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara.

Baca Juga: Kemenpar Pastikan Wisatawan yang Batal ke Bromo karena Karhutla Bisa Ajukan Refund, Ini Mekanismenya

Meskipun demikian, Edi menyebut, pihaknya belum melihat tanda-tnda penurunan kabut asap. Masyarakat, khusunya anak-anak, diminta mengurangi aktivitas di luar ruang dan menggunakan masker saat keluar rumah.

"Libur sekolah kita lakukan sambil menunggu perkembangan kondisi kualitas udara membaik. Kalau masih berada dalam kategori sedang, kita akan menormalkan kembali kegiatan pembelajaran," kata Edi dikutip Antara.

Di lain sisi, Edi mengatakan, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Pontianak naik sekitar lima persen sejak terjadi karhutla. Ia menyebut peningkatan ini berdasarkan laporan sementara Dinas Kesehatan dan masih akan dievaluasi untuk mengetahui dampak kondisi udara terhadap kesehatan masyarakat. 

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Pontianak disebutnya telah meminta Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan untuk menyiapkan oksigen bagi masyarakat yang butuh penanganan karena gangguan pernapasan.

Edi memastikan oksigen juga disediakan secara gratis di puskesmas dan rumah sakit sebagai bagian dari kesiapsiagaan pemerintah menghadapi dampak buruk kualitas udara.

"Masyarakat maupun anak-anak yang sensitif terhadap kondisi udara tetap menggunakan masker apabila keluar ruangan atau keluar rumah, mengurangi aktivitas di luar, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala-gejala ISPA," kata Edi.

Baca Juga: Karhutla di Kalimantan Timbulkan Kabut Asap, Sejumlah Sekolah Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh


 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • karhutla kalimantan
  • kabut asap
  • asap karhutla
  • karhutla
  • pontianak
  • pembelajaran daring
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
1 dari 5 Mobil Toyota yang Terjual Tahun Ini Berbasis Elektrifikasi
• 10 jam lalu
0
thumb
Perusak Palang Pintu Kereta di Sleman Juga Diduga Rusak Bendera Merah Putih
• 23 jam lalu
0
thumb
Jadwal BRI Super League 2026/2027 Diliris, Persita Langsung Patok Kemenangan di Laga Pertama
• 15 jam lalu
0
thumb
Minecraft Bedrock Resmi Update Terbaru, Dappled Forest Hadir Bersama Optimalisasi yang Mengubah Pengalaman Bermain
• 12 jam lalu
0
thumb
Mendagri-Mendikdasmen Rapat dengan Pimpinan DPR, Bahas Status Guru PPPK
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.