HARIAN.FAJAR.CO.ID, WASHINGTON—Presiden AS Donald Trump diam-diam meninggalkan Turki dengan pesawat militer bulan lalu di tengah dugaan adanya ancaman pembunuhan dari Iran terhadap dirinya, sementara Gedung Putih secara terbuka menyatakan ia berada di dalam pesawat Air Force One. Demikian dilaporkan media AS pada hari Senin, mengutip seorang pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut.
Menurut The Washington Post, Trump menaiki pesawat jet jumbo Air Force One yang lebih tua di hadapan kamera televisi di Ankara, sebelum diam-diam dipindahkan beberapa menit kemudian ke pesawat Air Force C-32A yang lebih kecil menggunakan truk katering bandara.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa manuver itu dirancang untuk menyembunyikan keberadaannya dari publik, wartawan, dan sejumlah staf Gedung Putih.
Operasi tersebut dilakukan sehari setelah pasukan AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran menyusul kegagalan negosiasi antara Washington dan Teheran.
Trump mengunjungi Ankara untuk menghadiri KTT NATO pada 7-8 Juli bersama para pemimpin dunia ketika dugaan ancaman tersebut muncul.
Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, membela langkah-langkah tersebut dengan mengatakan bahwa pesawat pemberian Qatar—yang kini digunakan sebagai Air Force One—telah “dilengkapi dengan protokol keamanan tingkat tinggi” demi menjamin keselamatan presiden.
“Seperti yang baru-baru ini disampaikan presiden, ada banyak musuh Amerika yang mengincar dirinya, dan kami menggunakan segala sarana yang tersedia untuk menghadapi ancaman-ancaman tersebut,” tambahnya dikutip dari Anadolu. (amr)






Komentar (0)