Jelang HUT RI ke-81, Pasutri Gen Z di Semarang Raup Cuan dari Bisnis Bendera

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Semarang: Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, permintaan bendera Merah Putih dan berbagai ornamen dekorasi kampung meningkat di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku usaha, termasuk pasangan suami istri generasi Z yang meraup omzet dari bisnis perlengkapan Agustusan.

Pasangan Fahmi Babgae dan Regita Sekar Adisti menjalankan usaha penjualan bendera dan ornamen kemerdekaan di Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Selatan. Usaha tersebut berawal dari pengalaman Fahmi yang sebelumnya membantu pedagang bendera asal Garut.

Berbekal pengalaman tersebut, Fahmi kemudian membangun usaha sendiri dan mengembangkannya di Kota Semarang. Meski pada awalnya kesulitan mendapatkan kepercayaan pelanggan, pasangan ini terus memperluas pasar dengan mendatangi ketua RT, membagikan brosur, hingga memanfaatkan platform SIPLah dan LPSE.
 

Baca Juga :

Bermanfaat! Simak 15 Rekomendasi Hadiah Lomba HUT RI untuk Pegawai Kantoran


Regita mengatakan sebagian besar pesanan berasal dari pembelian kolektif tingkat RT dan RW. Dukungan anggaran operasional yang tersedia di tingkat RT turut mendorong pembelian berbagai perlengkapan dekorasi untuk menyambut HUT Kemerdekaan.

"Untuk order bendera rumah sendiri, sekarang kita juga banyak RT-RT yang sudah tahu. Jadi dari RT mungkin kita bisa kelola sekitar tiga sampai empat RT dalam satu hari. Untuk barangnya sendiri kita bisa sampai 1.000 pcs per hari keluar untuk kita supply ke RT-RT," ujar Regita.

Produk yang dipesan tidak hanya berupa bendera untuk rumah. Pasangan tersebut juga menyediakan berbagai ornamen dekorasi kampung, seperti latar berukuran hingga sekitar empat meter serta ornamen berbentuk segitiga.

Menurut Regita, permintaan mulai meningkat setelah adanya surat edaran mengenai pengibaran bendera mulai 1 Agustus. Pesanan bahkan terus bertambah menjelang 17 Agustus karena warga masih melakukan pembahasan dan menentukan jenis dekorasi yang akan digunakan.

"Jadi mungkin mereka masih berdiskusi, 'Oh mau ambilnya bendera apa saja', jenisnya mungkin, atau yang bentuknya seperti apa, warnanya. Jadi itu juga yang mengakibatkan nanti hingga sampai 17 Agustus itu akan terus melonjak," katanya.

Lonjakan permintaan tahun ini bahkan mencapai sekitar 100 persen dibandingkan kondisi hari biasa. Dalam sehari, pengiriman produk dapat mencapai sekitar 1.000 barang untuk memenuhi pesanan sejumlah RT dan RW.

Dari sisi harga, bendera berbahan satin berukuran 120 x 80 sentimeter dijual mulai Rp15 ribu per lembar. Sementara bendera berbahan katun dibanderol sekitar Rp50 ribu per lembar.

Pesanan juga tidak hanya datang dari Kota Semarang. Usaha pasangan muda tersebut turut menerima permintaan dari Kabupaten Semarang, Demak, hingga Jepara.

Regita memperkirakan permintaan masih berpotensi meningkat mendekati puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bagi pasangan tersebut, momentum Agustusan menjadi peluang untuk mengembangkan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap berbagai perlengkapan perayaan kemerdekaan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Produk ETF Emas Resmi Meluncur di BEI, Ini 5 Manejer Investasi yang Terbitkan
• 3 jam lalu
0
thumb
Detik-detik Menegangkan Bea Cukai Semarang Gagalkan Peredaran 3,2 Juta Batang Rokok Ilegal
• 12 jam lalu
0
thumb
Tembok SD di Sleman Roboh, Timpa 10 Warga yang Sedang Senam-Jalan Santai
• 23 jam lalu
0
thumb
Mulai Pekan Depan, BGN Wajibkan Ompreng MBG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi
• 16 jam lalu
0
thumb
Pemerintah dorong pendalaman dan diversifikasi pembiayaan pasar modal
• 40 menit lalu
0
Berhasil disimpan.