Cekcok Aktivis Antiutang vs Kades Saat Demo Berujung Pelaporan di Polres Jember

beritajatim.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jember (beritajatim.com) – Cekcok antara aktivis antiutang dengan oknum kepala desa dalam aksi unjuk rasa, di gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (10/8/2026), berujung ke pelaporan di markas kepolisian resor setempat.

Mohammad Busairi dengan didampingi sejumlah rekannya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Jember, usai melakukan unjuk rasa, untuk melaporkan oknum kades berinisial B. “Saya dicekik,” katanya.

Insiden itu terjadi saat Busairi bersama sejumlah perwakilan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Cinta Jember (FKMCJ) masuk ke gedung parlemen. Mereka hendak menemui anggota DPRD Jember untuk menyampaikan aspirasi penolakan terhadap rencana pemerintah daerah berutang Rp 786,5 miliar.

Menurut Busairi, mereka dihalangi oleh oknum kades tersebut. Oknum tersebut mendorong salah satu rekan Busairi sehingga keributan pun pecah.

Busairi mencoba melerai. “Tiba-tiba dia (oknum kepala desa itu) berbalik mau mencekik saya. Dia bilang (dalam bahasa Madura): ‘mau apa kamu?’,” kata Busairi.

Tindakan oknum itu membuat Busairi berang. “Dia sebagai aparatur negara sudah tak peduli ada hukum yang berlaku. Orang seperti ini bila dibiarkan akan merajalela,” katanya, berharap polisi bertindak tegas dan adil sesuai hukum berlaku.

Saat di gedung DPRD Jember, Busairi sempat meminta kepada polisi untuk menghadirkan oknum kades tersebut. Namun Kepala Bagian Operasional Polres Jember Komisaris Istono menolaknya. “Kalau saya pertemukan siapa yang menjamin Anda tidak emosi?” katanya.

Istono mempersilakan para aktivis antiutang itu untuk melaporkan kejadian itu ke polisi. “Monggo kalau panjenengan mau ke Polres, saya dampingi, saya kawal,” katanya.

Namun rupanya para aktivis itu tak puas. Dari gedung Dewan, massa antiutang menggeruduk ke kantor Badan Pendaoatan Daerah (Bapenda) Jember di Jalan Jawa. Mereka menyusul perwakilan kepala desa yang hendak menemui Pejabat Sekretaris Daerah Achmad Imam Fauzi.

Cekcok sempat berlanjut di sana. Massa aktivis antiutang meminta bertemu dengan oknum kades berinisial B. Tentu saja keinginan itu tak terkabul. Justru yang menemui mereka adalah Kepala Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jember Kamiluddin.

Kamiluddin meminta persoalan diselesaikan secara kekeluargaan. Namun massa menolak. “Orang Anda yang memulai duluan,” teriak salah satu aktivis. Setelah ditenangkan polisi, massa antiutang pun menuju Mapolres Jember untuk melapor. [wir/aje]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ini Instruksi Prabowo terkait Penanganan Maksimal Karhutla Akibat Dampak El Nino
• 8 jam lalu
0
thumb
Bareskrim Ungkap Pabrik Vape Etomidate di Jakarta Selatan, Amankan Tiga Pelaku
• 16 jam lalu
0
thumb
Mensesneg Prasetyo Hadi Rapat Bareng DPR, Bahas Finalisasi Perpres Ojol
• 12 jam lalu
0
thumb
Prabowo Perintahkan Penanganan Maksimal Kebakaran Hutan Imbas El Nino
• 10 jam lalu
0
thumb
FULL MISTERIUS! Susno & Reza Bicara Ekshumasi Kematian Sutrimo Soal Kasus Febrie | KOMPAS PAGI
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.