Prabowo Perintahkan Penanganan Maksimal Kebakaran Hutan Imbas El Nino

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi.

Menindaklanjuti arahan tersebut, pemerintah mengerahkan berbagai upaya penanganan, mulai dari pemantauan titik api, penyiapan operasi modifikasi cuaca (OMC), water bombing, hingga pengerahan helikopter dan pesawat untuk mendukung proses pemadaman.

“Dalam rangka atau dari masa El Nino ini, masih banyak terjadi karhutla-karhutla di sebagian wilayah Indonesia. Beberapa yang sangat banyak jumlah titik api adalah di Kalimantan Barat dan di Kalimantan Tengah, dan yang cukup besar terjadi di Jawa Timur, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Baca juga: Menko Polkam: 107.000 Hektare Lahan Hutan Terbakar akibat El Nino

Prasetyo menjelaskan, pemerintah terus memantau karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah di tengah kondisi cuaca yang sangat kering.

Menurutnya, perhatian pemerintah antara lain tertuju pada kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur.

Lalu, kata dia, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah kebakaran meluas.

“Untuk terus melakukan upaya sekeras-kerasnya untuk sesegera mungkin melakukan proses pemadaman supaya tidak terus meluas,” tuturnya.

Selain mengintensifkan penanganan di lapangan, pemerintah turut menyiapkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengendalian karhutla.

Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah telah menggelar rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna merancang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Baca juga: Pemerintah Upayakan Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla, tetapi Terkendala Awan Hujan

Meski demikian, Prasetyo menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca sangat bergantung pada kondisi teknis sehingga tidak dapat dilakukan di seluruh wilayah.

Pemerintah tetap memantau setiap perkembangan serta mengoordinasikan kesiapan berbagai sarana pendukung, termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat yang dapat digunakan dalam penanganan karhutla.

“Semua dimonitor kemudian peralatan-peralatan termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah Bapak Presiden tadi malam, hari ini semua kami koordinasikan,” jelas Prasetyo.

Sementara itu, Prasetyo mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Baca juga: 43 Helikopter dan 15 Pesawat Fixed Wings Dikerahkan untuk Atasi Karhutla

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kondisi cuaca yang sangat kering saat ini dinilai membuat sejumlah wilayah semakin rentan terhadap munculnya percikan api yang dapat berkembang menjadi kebakaran tidak terkendali.

"Kami mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk kita mawas diri, menghindari melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran-kebakaran yang tidak terkendali,” imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jadwalkan Permintaan Klarifikasi Bigmo soal Ajak Anak Promosi Vape
• 15 jam lalu
0
thumb
Kronologi Pelecehan oleh Sopir Taksi Online di Jakbar: Awalnya Pelaku Curhat Masalah Keluarga
• 6 jam lalu
0
thumb
2 Pekerja Proyek Tertimpa Beton Turap di Jaktim, Alami Luka di Kepala
• 21 jam lalu
0
thumb
Aturan Demutualisasi BEI Segera Rampung, Danantara Siap Masuk
• 8 jam lalu
0
thumb
Inklusi Keuangan 93,61%, Literasi Baru 69,57%: Apa Masalahnya?
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.