Bromo Masih Ditutup, Petugas Waspadai Titik Api Kembali Muncul

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Kawasan wisata Gunung Bromo masih ditutup untuk sementara menyusul penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung sejak Senin (3/8/2026).

Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan Komandan Korem 083/Baladhika Jaya mengatakan, penutupan dilakukan agar petugas dapat lebih fokus menangani kebakaran sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Betul. Untuk daerah wisata Bromo saat ini karena masih ada proses kegiatan penanganan karhutla, jadi untuk sementara kami tutup,” kata Wahyu yang juga menjadi Dansektor Penanganan Karhutla Wilayah Pasuruan-Malang-Lumajang-Probolinggo.

Menurut Wahyu, pemadaman melibatkan berbagai unsur, baik melalui satgas darat maupun satgas udara. Pemadaman dari udara dilakukan menggunakan helikopter water bombing, sedangkan petugas di darat melakukan pemadaman menggunakan kendaraan maupun secara manual.

Kebakaran pertama kali terdeteksi di Blok Bantengan yang berada di sisi selatan Gunung Bromo. Api kemudian merambat ke arah timur laut.

Wahyu mengatakan, medan menjadi salah satu kendala terbesar dalam proses pemadaman. Api tidak hanya membakar area datar, tetapi juga merambat di kawasan lereng hingga mendekati puncak.

“Yang terbakar itu bukan di dataran atau tanah yang flat. Kalau itu langsung bisa kita padamkan. Tetapi daerah-daerah yang merupakan perengan sampai dengan puncak itu sangat sulit dan membahayakan,” ujarnya saat on air di Radio Suara Surabaya, Senin (10/8/2026).

Kondisi angin dan vegetasi berupa alang-alang juga mempercepat perambatan api. Namun, seluruh titik api yang sebelumnya menjadi fokus penanganan disebut telah berhasil dipadamkan.

Wahyu menyebut terdapat dua lokasi utama yang menjadi perhatian, yakni kawasan B30 di sisi timur laut Kabupaten Probolinggo dan Bukit Dingklik di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.

“Memang ada dua titik api. Pertama di Kabupaten Probolinggo, yang terakhir saat ini sudah dipadamkan di puncak atau B30. Kemudian yang kedua yaitu di Bukit Dingklik di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, juga sudah dipadamkan,” katanya.

Meski api telah padam, petugas masih menemukan asap di sejumlah lokasi. Kondisi tersebut tetap dipantau karena sebelumnya titik api yang sudah berhasil dipadamkan sempat kembali muncul pada malam hari.

Karena itu, petugas tetap disiagakan di lokasi sepanjang malam. Pemantauan dilakukan melalui patroli fisik serta menggunakan drone untuk mengawasi kondisi kawasan dari udara.

“Kita harus waspadai dan kita harus standby di lokasi, kita jaga. Baik itu melalui patroli fisik. Kita masih ada standby di sana melihat, kami memantau dari jarak jauh dengan juga menggunakan drone,” kata Wahyu.

Jika kembali terlihat titik api, petugas akan segera melakukan penanganan. Namun, pemadaman pada malam hari memiliki keterbatasan, terutama jika api berada di kawasan lereng.

Untuk penanganan di area yang relatif datar, petugas juga mendapat dukungan kendaraan pemadam kebakaran dari Manggala Agni. Kendaraan tersebut memiliki kemampuan penggerak empat roda sehingga dapat masuk ke kawasan lautan pasir.

“Kalau di perengan kita tentunya mengandalkan water bombing pada pagi sampai dengan sore hari,” ujarnya.

Namun, operasi water bombing juga bergantung pada kondisi cuaca. Angin dan kabut dapat membatasi penerbangan helikopter menuju lokasi kebakaran.

Wahyu mengatakan kondisi tersebut terjadi pada Senin pagi. Dari rencana operasi yang disiapkan, hanya dua sorti helikopter yang dapat dikerahkan karena kondisi kabut.

“Dan itu pun kita juga lihat situasi masih angin, kabut. Karena tadi pagi juga kabut, sehingga kita hanya dua sorti heli yang bisa kita kerahkan,” katanya. (saf/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
ETF Emas Resmi Tersedia di BEI, Wamenkeu Beri Pesan Penting
• 13 jam lalu
0
thumb
Menhub: Perpres Ojol Hanya Atur Kendaraan Roda Dua
• 4 jam lalu
0
thumb
Gempa M 7,4 Kolombia Tak Berpotensi Tsunami, Guncangan Terasa di Venezuela
• 1 jam lalu
0
thumb
Pemotor di Sleman Rusak Palang Pintu Perlintasan Saat Kereta Hendak Melintas
• 12 jam lalu
0
thumb
JP Morgan Proyeksi S&P 500 Capai 8.000 pada Akhir 2026
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.