ETF Emas Resmi Tersedia di BEI, Wamenkeu Beri Pesan Penting

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Wakil Menteri Keuangan. juda Agung saat acara Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia dan Peluncuran Produk ETF Emas, Senin (10/8/2026). (YouTube/OJK)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memberikan tiga pesan penting dalam peluncuran ETF (Exchange Trade Fund) Emas dan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia.

Khusus untuk ETF emas itu sendiri, merupakan instrumen investasi yang diperdagangkan di bursa. Melalui instrumen itu investor tak lagi perlu memiliki atau menyimpan emas secara fisik karena seluruh transaksi berlangsung secara elektronik.


Baca: Meski Up & Down, Pasar Modal RI Sukses Serok Dana Rp 125 T hingga Juni

Menurut Juda Agung, instrumen ini dapat memperdalam instrumen investasi di pasar modal Indonesia, di tengah tingginya nilai aset kelolaan ETF emas global yang mencapai US$ 559 miliar dengan kepemilikan emas 4.025 ton.

"Pertama kita harus terus memperdalam pasar modal Indonesia. Di tengah berbagai tantangan global pasar modal kita telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik walaupun ada up and down akhir-akhir ini," katanya saat menyampaikan sambutan di Hall Utama Bursa Efek Indonesia, jakarta pada Senin (10/8/2026).

Perkembangan baik tersebut ditunjukkan dengan sudah lebih dari Rp125 triliun telah berhasil dihimpun sepanjang semester 1 2026 dengan jumlah investor pasar modal telah mencapai 28 juta investor.

Namun, pesan Juda agar tidak berpuas diri dengan raihan tersebut namun harus dimanfaatkan sebagai momentum memperkaya keragaman instrumen investasi, meningkatkan likuiditas serta memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia.

Pemerintah, kata Juda, menyambut baik upaya penguatan melalui agenda reformasi pasar modal Indonesia.

"Dalam konteks ini pemerintah menyambut baik agenda reformasi yang tengah dijalankan oleh OJK dan BI. Mulai dari penguatan likuiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola hingga pendalaman pasar yang tercakup dalam rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia," kata Juda.

Peluncuran ETF emas hari ini juga merupakan salah satu langkah konkret bagian dari agenda tersebut menurut Wamenkeu. Terlebih lagi minat global terhadap ETF emas tengah tinggi-tingginya.

"Ini mencerminkan semakin pentingnya instrumen ini di dalam ekosistem investasi global. Jadi yang kita lakukan hari ini bukan sekedar menambah satu produk, kita sedang memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan kita agar dapat bersaing dengan pasar modal regional maupun global," ujarnya.

Baca: Fenomena Baru di Korea, Bayi Ramai-Ramai Punya Rekening Investasi

Pesan kedua adalah ETF emas harus menjadi bagian dari penguatan ekosistem emas nasional, di mana telah dimulai dengan bullion bank yang telah berkembang pesat dan diminati pelaku pasar.

"Pasar bullion akan dapat terus berkembang, pasar modal akan juga semakin dalam, pada akhirnya masyarakat akan bisa memperoleh alternatif investasi yang semakin beragam, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan meningkatkan kesejahteraannya," katanya.

Pesan ketiga dari Juda adalah inovasi yang diluncurkan harus bersamaan dengan integritas yang dapat membangun kepercayaan dari investor.

Dalam hal ETF emas, ada underlying berupa emas fisik dan dilengkapi dengan pengelolaannya, penyimpanannya, valuasi, dan sistem pasarnya, sebagai pendongkrak kepercayaan bagi investor.

Kepercayaan investor, kata Juda, adalah faktor paling fundamental di pasar keuangan.

"Karena itu pengembangan ETF emas harus disertai dengan penguatan tata kelola, akuntabilitas dan transparansi, perlindungan investor, dan pengawasan yang kuat," katanya.

Pemerintah sendiri akan mengambil bagian dalam menjaga kepercayaan investor di pasar modal Indonesia dengan melakukan sinergi bersama OJK, BEI, para pelaku pasar dan pemangku kepentingan lainnya.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:
Rapor RI Terbelah, Apa Yang Sebenarnya Dilihat Tiga Raksasa Rating?

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Baru Tiba dari Amerika, Volimania Korea Ragukan Kualitas Sahabat Baru Megawati Hangestri
• 3 jam lalu
0
thumb
Maarten Paes Tergusur Ter Stegen, Pelatih Ajax Ungkap Keputusan yang Bikin Kiper Timnas Indonesia Terancam
• 24 menit lalu
0
thumb
Jusuf Hamka Borong 201 Unit Mobil di GIIAS 2026, Habiskan Rp 113 Miliar
• 2 jam lalu
0
thumb
Fabio Lefundes Resmi Nahkodai Java United FC Arungi Super League 2026-2027
• 14 jam lalu
0
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini 10 Agustus 2026, Matahari Bersinar Terik!
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.