Gempa bumi bermagnitudo 7,4 terjadi di wilayah barat Kolombia. Gempa tidak menimbulkan potensi tsunami.
Dilansir Reuters Senin (10/8/2026), sistem peringatan tsunami AS menyatakan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan. Layanan geologi Kolombia merevisi besaran gempa menjadi lebih tinggi, yakni magnitudo 7,4, dengan kedalaman 96 km (60 mil), berbeda dari angka 79 km yang sebelumnya dilaporkan oleh pihak berwenang.
Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana Kolombia menyatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memverifikasi potensi kerusakan. Wali Kota Bogota, Carlos Galan, menyatakan melalui X bahwa tidak ada kerusakan besar di ibu kota tersebut.
Saksi mata Reuters di negara bagian Tachira, Venezuela (yang berbatasan dengan Kolombia), dan kota Barquisimeto di wilayah tengah-barat melaporkan bahwa gempa juga terasa di wilayah tersebut.
Korban luka dan kerusakan signifikan dilaporkan terjadi di sebuah provinsi di pesisir Pasifik Kolombia serta di kota Pereira. Menurut keterangan para gubernur provinsi, guncangan terasa hingga ke ibu kota Bogota dan bahkan sampai ke Venezuela.
"Kami baru saja mengalami gempa bumi besar di departemen Choco. Kami mengkhawatirkan adanya gempa susulan. Meskipun pusat gempa berada di dekat San Jose del Palmar, terdapat korban luka dan kerusakan bangunan yang signifikan di ibu kota, Quibdo. Kami sedang melakukan penilaian kerusakan dan akan segera merilis laporan resmi pertama," ujar Gubernur Choco, Nubia Carolina Cordoba-Curi, melalui platform X.
Gubernur provinsi tetangga Risaralda, Juan Diego Patino, mengatakan kepada stasiun radio lokal Blu Radio bahwa terdapat "kerusakan parah pada beberapa bangunan" di Pereira, ibu kota provinsi tersebut.
"Peristiwa yang baru saja terjadi ini sangat parah. Gambar-gambar yang ada sungguh mengejutkan, dengan adanya korban luka dan fasad bangunan yang runtuh," ujarnya.
(eva/eva)





Komentar (0)