JAKARTA, KOMPAS.TV - Psikolog forensik, Reza Indragiri Amriel menduga, Sutrimo tidak memiliki peran krusial dalam kasus yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah (FA).
Dugaan tersebut didasari dari tidak adanya keharusan atau urgensi dari pihak keluarga maupun kepolisian untuk melakukan pemeriksaan forensik terhadap jenazah Sutrimo
"Saya juga bisa memahami bahwa mereka (keluarga Sutrimo) tidak merasakan adanya keharusan sesungguhnya untuk mengikhlaskan jasad almarhum untuk diperiksa oleh otoritas kedokteran forensik. Pada titik itulah bersimpul bahwa keluarga tidak merasa ada kepentingan besar agar jasad almarhum diperiksa," kata Reza dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, KompasTV, Senin (10/8/2026).
"Dan dari pihak kepolisian juga tidak melihat ada urgensi untuk memeriksa jasad almarhum. Sah juga perkiraan saya, ramalan saya bahwa almarhum memang tidak memiliki peran yang katakanlah, krusial untuk pengungkapan tiga kasus mega korupsi itu," ucapnya.
Baca Juga: Alasan Keluarga Sutrimo Lapor Polisi, Singgung soal Ada Kabar Simpang Siur
Terkait dugaan tersebut, menurut dia fokus utama penegak hukum seharusnya tidak sekadar tertuju pada penyebab kematian Sutrimo, melainkan juga pada kepastian apakah Sutrimo tercantum sebagai saksi dalam perkara Febrie atau tidak.
"Betul itu yang menjadi pokok persoalan utama (Sutrimo saksi atau bukan)," ucapnya.
"Dan saya pikir relatif mudah, dari pihak Kortas ataupun dari pihak LPSK (Lembaga Pelindungan Saksi dan Korban) hanya perlu katakanlah melakukan konferensi pers bersama, menjelaskan posisi almarhum ada atau tidak dalam pengungkapan kasus mega korupsi yang sekarang sudah menersangkakan FA itu," ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri di depan sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 23 Juli 2026.
Sutrimo kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Taman Puring. Pihak rumah sakit menyatakan Sutrimo sudah meninggal dunia saat tiba.
Peristiwa kematian Sutrimo saat ini tengah didalami Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Disinggung soal Ekshumasi, Ini Kata Pihak Keluarga Sutrimo
Sebelumnya, berdasarkan perwakilan keluarga Sutrimo, pria yang ditemukan tewas di klinik kosong di Kebayoran Baru, mengonfirmasi korban bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Perwakilan keluarga, Sudiono, menyebut Sutrimo telah bekerja di rumah Febrie selama puluhan tahun. Namun, dia mengaku tidak tahu Sutrimo tepatnya bekerja sebagai apa.
"Saudara Sutrimo yang menjadi korban di Jakarta itu benar bekerja di rumahnya Bapak Febrie Adriansyah, (mantan) Jampidsus," kata Sudiono, seperti disiarkan KompasTV, Selasa (28/7/2026).
"Bekerja sebagai apa? Saya juga kurang tahu. Dia tapi sudah cukup lama, puluhan tahun di rumahnya Pak Febrie Adriansyah."
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- kematian sutrimo
- sutrimo
- eks jampidsus
- febrie adriansyah
- kasus febrie adriansyah
- psikolog forensik






Komentar (0)