JAKARTA, KOMPASTV - Iran disebut semakin menguatkan posisi tawarnya dalam perundingan terkait Selat Hormuz.
Teheran dinilai memiliki sejumlah syarat yang harus dipenuhi Amerika Serikat sebelum pembahasan mengenai jalur strategis tersebut dapat mencapai kesepakatan.
Pakar Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Julius Purwadi, mengatakan Iran menghendaki Amerika Serikat benar-benar menghormati nilai-nilai keagamaan dan kepentingan nasional Iran.
“Iran menghendaki supaya Amerika Serikat betul-betul menghormati nilai-nilai keagamaan dan nasional. Termasuk juga yang nomor dua yang sangat penting adalah jaminan keamanan untuk negara-negara proksi, kawan dekat dari Iran, termasuk Lebanon, Yaman, Irak, dan Palestina. Itu sangat eksplisit sekali,” kata Julius dalam program Sapa Malam, Minggu (9/8/2026). (Timecode 5:16)
Julius juga menilai Iran berupaya mendekati Oman untuk memperkuat posisi dalam perundingan mengenai Selat Hormuz.
"Pertama bacaan saya itu Iran mencoba mendekati Oman supaya posisi dari Iran semakin kuat," ujar Julius.
Sementara itu, pengamat Timur Tengah Zulfan Lindan menilai Amerika Serikat dan Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sangat memahami arti penting Selat Hormuz bagi Iran.
Menurut Zulfan, Iran tidak memandang Selat Hormuz hanya sebagai jalur logistik atau pelayaran. Selat tersebut memiliki arti strategis yang telah lama menjadi bagian dari doktrin pertahanan Iran.
"Selat Hormuz itu sangat strategis untuk dipertahankan. Apa pun risikonya mereka akan pertahankan Selat Hormuz," kata Zulfan.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Frashiva Rizaldi
#iran #hormuz #as
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- iran
- as
- hormuz






Komentar (0)