JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa elektabilitas Presiden Prabowo Subianto masih menduduki posisi paling atas tokoh yang paling banyak dipilih masyarakat apabila pemilihan presiden (Pilpres) dilaksanakan saat ini.
Ketua Umum Partai Gerindra itu memperoleh elektabilitas sebesar 23,4 persen.
"Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Baca juga: Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Tertinggi, Ungguli PDI-P dan Golkar
Dedi menjelaskan, keunggulan Prabowo tersebut menujukkan bahwa posisinya sebagai Presiden masih memberikan pengaruh terhadap tingkat keteringatan (top of mind) masyarakat.
Kendati demikian, Dedi menyebut bahwa posisi Prabowo sebagai pemuncak elektabilitas belum sepenuhnya aman.
Menurutnya, keberlanjutan dukungan masyarakat akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah menghadirkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh publik.
"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya," ujar Dedi.
Baca juga: Ini Para Menteri Prabowo dengan Kinerja Terbaik Versi Survei IPO
Sementara itu, di bawah Prabowo ada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menempati elektabilitas tertinggi kedua dengan 21,7 persen.
Sementara mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati posisi selanjutnya dengan 11,5 persen, diikuti Agus Harimurti Yudhoyono (4,5 persen) dan Ganjar Pranowo (4,1 persen).
Sedangkan elektabilitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meraih 3,9 persen.
Tokoh lainnya yang memperoleh dukungan di bawah tiga persen, antara lain Sherly Tjoanda (2,1 persen), Mahfud MD (1,7 persen), Purbaya Yudhi Sadewa (1,5 persen), Muhaimin Iskandar (1,2 persen), Zulkifli Hasan (1,0 persen), dan nama-nama lain dengan elektabilitas di bawah satu persen.
Baca juga: Survei IPO: Tingkat Kepuasan Terhadap Pemerintahan Prabowo Capai 63 Persen
Di sisi lain, survei mencatat 17 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih untuk merahasiakan jawabannya.
Diketahui survei nasional IPO dugelar 27 Juli - 3 Agustus 2026. Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)