Kematian Sutrimo Diselidiki, 2 Laporan Dilimpahkan ke Polda Metro dan Ekshumasi Digelar Rabu

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua laporan terkait kematian Sutrimo kini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya untuk ditangani lebih lanjut.

Laporan pertama dibuat oleh Aliansi Rakyat untuk Keadilan dan Kesejahteraan Indonesia (ARUKKI) di Bareskrim Polri. Sementara laporan kedua dibuat oleh pihak keluarga Sutrimo di Polresta Banyumas.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, saat ini penanganan kedua laporan tersebut berada di bawah kewenangan Polda Metro Jaya.

Baca juga: Hikayat Tiga Babak Sutrimo

“Kami sudah menerima pelimpahan Laporan Polisi dari Bareskrim Polri, kemudian Laporan Polisi dari Polresta Banyumas,” kata Iman saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan dua laporan tersebut, penyidik telah meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 24 saksi, termasuk orang-orang yang mengantarkan Sutrimo ke kediamannya di Banyumas.

Baca juga: Polisi Akan Ekshumasi Jenazah Sutrimo Usai Terima Laporan Keluarga

Selain memeriksa para saksi, penyidik juga melakukan pendalaman terhadap pihak keluarga Sutrimo.

Polisi juga telah menjadwalkan ekshumasi jenazah Sutrimo pada Rabu (12/8/2026).

“Mudah-mudahan nanti dari hasil ekshumasi bisa kita temukan dan bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab dari kematian yang bersangkutan,” jelas Iman.

Baca juga: Kematian Sutrimo Masih Diselidiki, Dokter yang Pertama Menangani Akan Dipanggil

Iman mengatakan, hingga saat ini polisi belum dapat memastikan penyebab kematian Sutrimo. Polisi juga masih mendalami apakah Sutrimo meninggal karena tindak pidana atau bukan.

Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Selain itu, polisi mendalami rekam medis Sutrimo, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal korban ditemukan, serta informasi lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Ditemukan Tak Sadarkan Diri

Sebelumnya diberitakan, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026).

Sutrimo kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, ia dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Baca juga: Saksi Lihat Sutrimo di Depan Klinik pada Malam Hari Sebelum Ditemukan Tewas

Berdasarkan informasi yang beredar di grup wartawan dan media sosial, Sutrimo disebut merupakan kepala rumah tangga (karumga) di rumah dinas eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saat dikonfirmasi mengenai informasi tersebut, Iman menyatakan penyidik masih mendalaminya.

"Masih didalami," ucap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Fasih Baca Al Kahfi, Indra Priawan Curi Perhatian Jadi Imam Salat Jumat di Edmonton
• 53 menit lalu
0
thumb
Pemerintah Integrasikan Data PBB, Pendapatan Daerah Dibidik Melonjak
• 7 jam lalu
0
thumb
Tarif Listrik Terbaru PLN per kWh, Berlaku Hingga September 2026
• 6 jam lalu
0
thumb
Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Aparat Gagalkan Penyelundupan 1,3 Juta Ton Ketamin
• 6 jam lalu
0
thumb
Program Padat Karya Dinilai Bisa Tekan Ketimpangan di Desa
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.