JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengenang perjuangan pemerintah dalam upaya kebijakan hilirisasi nikel.
Ia menyebut banyak pihak yang mencibir Indonesia tak akan mampu melakukan hilirisasi nikel.
BACA JUGA:Awalnya Cuma Tulis 8 Buku, Bahlil Tambah Jadi 10 karena Kode Angka Prabowo
"Saya masih ingat masa-masa awal larangan ekspor bijih nikel. Kami dicibir, kami ditekan dari berbagai arah, kami digugat sampai ke WTO, dan banyak yang bilang Indonesia tidak akan sanggup," kata Luhut di acara peluncuran buku Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri sekaligus perayaan ulang tahun ke-50 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurutnya, keraguan terhadap kebijakan hilirisasi nikel kini berbalik menjadi ketertarikan investor untuk menanamkan modal di Indonesia.
BACA JUGA:Fantastis! Jusuf Hamka Klaim Tol Harbour Road II Tahan Gempa hingga 1.000 Tahun
"Ada yang mentertawakan. Namun sekarang, saya kira Pak Bahlil tegak berdiri mengatakan 'Kami Bisa'. Sebagian yang dulu mentertawakan itu justru sekarang antre minta bertemu dengan Pak Bahlil, mau ikut investasi," ujarnya.
Meski demikian, ia enggan enggan mengungkap pihak yang dimaksud.
"Saya tidak sebut nama, nanti acara bedah buku ini berubah jadi bedah yang lain," selorohnya.
Ia menilai keberhasilan hilirisasi tercermin dari peningkatan ekspor produk nikel dan turunannya yang melonjak berlipat ganda.
BACA JUGA:Bandar Perempuan Ditangkap, 132 Kg Ganja Jaringan Aceh Gagal Beredar di Jabodetabek
Luhut juga menyebut sejumlah daerah penghasil nikel mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
"Hasilnya bisa kita lihat dengan angka, bukan retorika. Ekspor produk nikel dan turunannya melonjak berlipat ganda. Morowali dan Halmahera Tengah yang dulu nyaris tidak tercatat dalam peta ekonomi nasional, sekarang tumbuh dua digit yang menjadi bagian dari rantai pasok industri dunia," imbuhnya.






Komentar (0)