Presiden Prabowo Subianto mengeklaim Indonesia masih bisa santai dan mempertahankan harga BBM subsidi, saat negara lain sudah panik di tengah ketidakpastian konflik geopolitik.
Prabowo menyebut Indonesia bisa mengelola pangan dan energi dengan baik hingga saat ini, ketika gejolak perekonomian terus terjadi. Menurutnya, hal ini berkat kerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
"Kita bisa menjaga BBM yang disubsidi, masih kita tidak naikkan, walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool, masih tenang, bukannya tidak menghadapi kesulitan," tegasnya saat Peluncuran dan Bedah Buku Bahlil Lahadalia, Jumat (7/8).
Dia pun menilai pemerintahan yang dipimpinnya berhasil mencapai kinerja yang baik dalam dua tahun ke belakang dan siap menghadapi segala ancaman yang mengadang.
"Kita penuh dengan kepercayaan diri, karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata swasembada pangan, nyata saudara-saudara, periksa gudang semua. Kita siap, ancaman di dunia, kita siap swasembada pangan kita dan kita lebih kuat dari banyak negara lain," tutur Prabowo.
Adapun saat ini harga BBM bersubsidi, Pertalite dan Bio Solar, memang belum berubah sejak September 2022. Saat ini, harga Pertalite masih dibanderol Rp 10.000 per liter dan Bio Solar Rp 6.800 per liter.
Sementara itu, harga BBM nonsubsidi terus berfluktuasi karena lonjakan harga minyak mentah global di tengah blokade Selat Hormuz imbas perang AS dan Iran. Saat ini, harga BBM Pertamax (RON 92) seharga Rp 15.950 per liter, Pertamax Green 95 Rp 16.600 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) Rp 18.300 per liter, Dexlite (CN 51) Rp 19.700 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp 21.150 per liter.






Komentar (0)