Dua Legenda Timnas Turun Gunung, Berburu Mutiara Terpendam di Ajang Soekarno Cup U-17 Jatim

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

Surabaya (beritajatim.com) – Mimpi mengenakan jersei Garuda di dada sering kali hanya berujung menjadi angan-angan bagi talenta muda di pelosok desa lantaran minimnya akses kompetisi resmi. Namun, jalan buntu tersebut kini coba didobrak melalui perhelatan akbar Soekarno Cup U-17 yang bakal menghentak Jawa Timur pada 10 Agustus 2026 mendatang.

Daya tarik turnamen usia muda ini rupanya tak main-main hingga membuat dua sosok legenda hidup Timnas Indonesia, Yusuf Ekodono dan Anang Maruf, rela turun gunung.

Keduanya resmi bergabung dalam kepanitiaan inti, tidak sekadar tampil sebagai juru bicara, melainkan terjun langsung ke lapangan memonitor 400 talenta muda dari 16 provinsi yang bertanding di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan.

Bahkan, duo legenda sepak bola ini mendapat tugas khusus dengan mata elang mereka untuk mencari pemain terbaik atau man of the match di setiap pertandingan.

Ketertarikan Anang dan Yusuf bergabung dalam penyelenggaraan edisi ketiga Soekarno Cup ini rupanya berakar pada satu regulasi unik yang sangat langka.

Turnamen ini secara tegas melarang keikutsertaan pemain yang sudah pernah merumput di kasta Liga 1, Liga 2, Liga 3, maupun kompetisi Elite Pro Academy (EPA).

Bagi Anang Maruf, mantan pemain yang mengantongi 31 penampilan bersama Timnas Indonesia, aturan tersebut ibarat oase bagi anak-anak daerah yang selama ini luput dari pantauan radar pemandu bakat nasional.

“Saya bergabung di Soekarno Cup karena saya percaya pembinaan usia muda adalah investasi terbesar bagi masa depan sepak bola Indonesia. Masih banyak anak-anak bertalenta di pelosok-pelosok Tanah Air yang membutuhkan kesempatan untuk tampil dan berkembang. Soekarno Cup menjadi wadah untuk itu,” kata Anang.

Senada dengan koleganya, Yusuf Ekodono melihat regulasi ketat tersebut sukses memberikan panggung eksklusif bagi pemain-pemain murni amatir agar kepercayaan diri mereka bisa tumbuh pesat.

“Aturan itu menurut saya sangat baik karena benar-benar memberikan ruang kepada pemain yang belum pernah mendapatkan panggung. Mereka inilah yang perlu kita dorong agar kepercayaan dirinya tumbuh dan kemampuannya bisa dilihat lebih banyak pihak,” kata Yusuf.

Yusuf juga meluruskan bahwa turnamen yang sebelumnya sukses digelar di Jakarta pada 2023 dan Bali pada 2025 ini, sama sekali tidak berniat menjadi pesaing kompetisi resmi bentukan federasi PSSI.

Sebaliknya, keberadaan Soekarno Cup justru hadir untuk menyulam celah dalam ekosistem pembinaan usia dini, serta bekerja saling melengkapi dengan ajang seperti Piala Soeratin.

“Soekarno Cup saling mendukung dengan kompetisi yang didorong federasi, seperti Piala Soeratin maupun Elite Pro Academy. Semakin banyak kompetisi pembinaan yang berkualitas, semakin luas pula proses pencarian bakat. Karena kami menyadari betapa besarnya potensi anak muda yang belum termonitor kompetisi formal federasi,” ujarnya.

Berbekal segudang pengalaman di lapangan hijau, kedua legenda ini menyimpan harapan besar agar ajang kompetitif ini kelak menjadi jembatan karier bagi bibit unggul sepak bola.

“Saya ingin pengalaman yang pernah saya miliki di sepak bola bisa bermanfaat bagi generasi berikutnya. Kami berharap, dari turnamen ini muncul talenta muda yang kelak mengenakan jersey Garuda kebanggaan Timnas Indonesia,” ujar Yusuf memungkasi. [way/ian]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tanda Orang Belum Dewasa Secara Emosional
• 38 menit lalu
0
thumb
Viral Nakes Cibir Pasien BPJS, Pramono Anung Instruksikan Tindak Tegas
• 12 jam lalu
0
thumb
Milanisti Indonesia Buat Ruben Amorim Terpukau, Janji Berikan Penampilan Terbaik saat Lawan Chelsea di GBK
• 6 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Jadwalkan Klarifikasi Bigmo di Kasus Vape pada 10 Agustus
• 4 jam lalu
0
thumb
Unhas dan UB Tingkatkan Tata Kelola dan Layanan Institusi
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.