Kebakaran lahan di kawasan Alun-alun Suryakencana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, menyebabkan aktivitas pendakian di kawasan itu ditutup sementara.
Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, mengatakan penutupan aktivitas pendakian di kawasan tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penanganan kebakaran lahan di area Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede Pangrango.
Agus menyebutkan, jajarannya dibantu relawan, masih memantau untuk memastikan seluruh titik sumber api di area terdampak padam.
"Seluruh kegiatan pendakian ditutup mulai tanggal 7 Agustus hingga 11 Agustus 2026. Kebijakan ini berlaku di seluruh jalur pendakian di kawasan TNGGP," kata Agus kepada kumparan, Jumat (7/8).
Agus mengatakan proses penanganan kebakaran lahan di area Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede Pangrango, masih dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik sumber api.
"Secara keseluruhan, kobaran api sudah dapat tertangani. Namun, masih kita lakukan pemantauan mengingat kondisi angin kencang, serta kemarau yang berpotensi kembali terjadinya kobaran api," jelasnya.
Agus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pendakian ilegal maupun memasuki kawasan taman nasional hingga kondisi dinyatakan aman.
"Balai Besar TNGGP bersama sejumlah relawan bersiaga di area terdampak untuk memastikan tidak ada lagi titik sumber api yang berpotensi membakar area konservasi di kawasan tersebut," imbuhnya.
Sementara itu, Relawan Basecamp Gunung Gede Pangrango, Hermansyah, mengungkapkan area kawasan yang terbakar merupakan hamparan rumput ilalang kering sehingga sangat mudah terbakar akibat musim kemarau.
"Kami bersama petugas, dibantu warga sekitar kaki Gunung Gede Pangrango melakukan penanganan dengan alat seadanya, yakni menggunakan kain yang dibasahi. Karena, cukup kesulitan untuk membawa alat pemadam hingga ke atas puncak," ujar Hermansyah.






Komentar (0)