Jakarta: Realisasi investasi Jakarta pada semester I 2026 yang mencapai Rp173,6 triliun. Jumlah tersebut berhasil menyerap 289 ribu tenaga kerja yang terdiri dari 220 ribu tenaga kerja dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan sekitar 78 ribu tenaga kerja dari Penanaman Modal Asing (PMA).
Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (UP JIC), Ezrin Kartika, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan investasi memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Sekaligus instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang sudah atau berhasil dibangun, tetapi juga dari dampak ekonominya. Investasi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Ezrin dikutip dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga :
Pramono Berkomitmen Jaga Pertumbuhan Ekonomi JakartaHal itu sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional yang didukung infrastruktur, pasar, dan ekosistem bisnis yang kompetitif.
"Pada akhirnya, investasi mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang semakin layak huni, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," kata Ezrin.
Ilustrasi DKI Jakarta. Foto: Antara.
Dia menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat ekosistem investasi melalui penyederhanaan proses perizinan, digitalisasi layanan, penyediaan data investasi yang semakin komprehensif, serta pendampingan bagi investor melalui Jakarta Investment Centre (JIC).
Pendampingan dilakukan sejak tahap penjajakan minat, business matching, koordinasi dengan perangkat daerah dan BUMD, hingga realisasi investasi sehingga investor memperoleh kepastian dan kemudahan dalam berinvestasi di Jakarta.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga momentum pertumbuhan investasi yang positif.





Komentar (0)