Komisi IX Ingatkan Nakes Jaga Etika di Medsos usai Viral Pasien BPJS Dibully Komentar Nirempati

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Asep Rommy Romaya Anggota Komisi IX DPR RI mengingatkan seluruh tenaga kesehatan (nakes) untuk menjaga etika saat menggunakan media sosial (Medsos).

Imbauan itu disampaikan menyusul viralnya komentar bully nirempati sejumlah nakes terhadap unggahan seorang pasien BPJS Kesehatan yang belakangan menjadi sorotan publik. Terlebih, seminggu kemudian pasien tersebut meninggal dunia.

“Kami mengingatkan meskipun di media sosial para nakes tetap abdi negara yang mempunyai tanggung jawab moral tinggi. Mereka harus berhati-hati saat memberikan komentar atau tanggapan atas isu atau peristiwa karena dampaknya bisa panjang,” kata Asep dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/8/2026) dikutip Antara.

Menurut Asep, profesi nakes bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan kemanusiaan. Karena itulah, sikap profesional harus tercermin tidak hanya saat memberikan pelayanan kepada pasien, tetapi juga ketika berinteraksi di media sosial.

Ia menilai setiap unggahan maupun komentar yang dibuat nakes berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap profesi tersebut. Oleh sebab itu, seluruh nakes diminta bijak dalam menyampaikan pendapat serta tetap menghormati martabat pasien.

Asep juga mengingatkan bahwa setiap nakes telah mengucapkan sumpah/janji profesi yang menjunjung keselamatan pasien, nilai kemanusiaan, dan penghormatan terhadap martabat setiap orang.

Selain itu, pelayanan kesehatan harus diberikan tanpa diskriminasi, termasuk tidak membedakan status kepesertaan BPJS Kesehatan, kelas perawatan, maupun kondisi ekonomi pasien.

Ia meminta nakes yang terbukti melanggar etika profesi melalui media sosial diberikan pembinaan hingga sanksi sesuai ketentuan yang berlaku agar menjadi pembelajaran bagi seluruh nakes.

“Pelayanan kesehatan harus diberikan tanpa diskriminasi, termasuk tanpa membedakan status kepesertaan BPJS Kesehatan, kelas perawatan, maupun kemampuan ekonomi pasien,” ujarnya.

Kasus ini bermula ketika seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal membagikan pengalamannya melalui media sosial Threads. Dalam unggahannya, ia mengaku telah menunggu selama delapan jam di rumah sakit namun belum mendapatkan ruang perawatan.

“8 jam blm dpt ruangan, Gamau spill RS (rumah sakit) nya, soalnya gue pake bpjs,” tulis mendiang Yusrizal 22 Juli lalu.

Unggahan itulah, yang kemudian mendapat balasan bernada negatif dari sejumlah akun yang belakangan diketahui dimiliki oleh nakes.

“Kalo full, mau dipindahkan ke mana? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yang make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini,” tulis akun @bennychrstn yang belakangan diketahui merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Selain itu, ada juga akun @erudarahaadini yang ikut berkomentar, tidak memberikan penjelasan prosedural medis, tetapi hanya sekadar mengolok pasien tersebut. “PP-nya kayak orang Have tapi aslinya Haven’t kah? Haven’t some brain cells,” tulisnya.

Belakangan warganet menemukan bahwa akun @erudarahaadini adalah seorang dokter. Pemiliknya adalah dr. Elda Putri Rahardini, alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) dan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Komentar-komentar tersebut memicu kecaman publik, terlebih setelah pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia, sehingga kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya etika nakes dalam bermedia sosial. Para nakes terkait kemudian mengunggah video permintaan maaf terkait ketikannya di media sosial itu. (bil/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AGAR, ALKA, BKDP Masuk HSC, Total Ada 54 Saham Terkonsentrasi Tinggi di BEI 
• 6 jam lalu
0
thumb
Akademisi nilai intelijen keuangan, MLA kunci bongkar sindikat daring
• 16 jam lalu
0
thumb
Dirut Bulog Sidak Ritel Modern, Antisipasi Potensi Kekosongan Beras Premium
• 8 jam lalu
0
thumb
Pertimbangan Hakim Tak Terima Praperadilan Ketiga Roy Suryo soal Ganti Rugi
• 5 jam lalu
0
thumb
Klaim sebagai Korban Richard Lee, Saksi Pihak Doktif Mengaku Tak Kenal Pihak Pelapor
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.