Dirut Bulog Sidak Ritel Modern, Antisipasi Potensi Kekosongan Beras Premium

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Perum Bulog melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu ritel modern di Radio Dalam, Jakarta Selatan, pada Rabu (5/8).

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan sidak ini merupakan upaya dalam mengantisipasi potensi kekosongan stok beras premium sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses beras premium milik pemerintah.

“Beras Bulog di sini, yaitu Punakawan dengan Beefood Sentra juga ada di pasar ritel modern ataupun di toko-toko retail modern. Intinya kita memberikan harga yang paling rendah, yaitu Rp 74.500 per 5 kilogramnya,” ucap Rizal saat sidak di salah satu ritel modern di Radio Dalam, Jakarta Selatan, Rabu (5/8).

Rizal mengatakan, sidak ini dilakukan secara serentak di berbagai kota besar dari Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Riau, hingga Bali. Berdasarkan hasil pantauannya, stok beras premium, termasuk produk Bulog, masih tersedia dalam jumlah yang memadai.

Menurutnya, beras premium Bulog dijual dengan harga Rp 74.500 per kemasan 5 kilogram ini sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan menjadi salah satu pilihan dengan harga lebih rendah dibandingkan sejumlah merek premium lain yang beredar di pasaran.

Sebagai perbandingan, Rizal menyebut harga beras premium merek Anak Raja mencapai Rp 94.500 per 5 kilogram, sedangkan merek Topi Koki dijual sekitar Rp 126.900 per 5 kilogram.

“Jadi, harganya cukup jauh ini dengan Anak Raja saja bedanya Rp 20.000. Apalagi dengan Topi Koki Bedanya hampir sekitar Rp 50.000 lebih,” tutur Rizal.

Bentuk Antisipasi Dampak Isu Beras Fortifikasi

Selain itu, Rizal mengatakan sidak ini juga dapat mengantisipasi potensi terganggunya pasokan beras premium di pasar di tengah perkembangan hasil pengujian Satgas Pangan terhadap sejumlah produk beras fortifikasi.

“Kami khawatir dampak dari produk beras fortifikasi ini. Otomatis akan kami antisipasi jangan sampai kosong di pasaran. Kami cek, Alhamdulillah di ritel modern Radio Dalam ini ternyata masih ada beras Bulog,” ujarnya.

Kendati demikian, Rizal menegaskan Bulog tidak memiliki kewenangan terkait penarikan produk beras fortifikasi dari peredaran. Menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan Satgas Pangan.

“Bulog memastikan supaya beras pemerintah, yaitu beras Punakawan dan Beefood Central Ramos ini harus ada, jangan sampai nanti masyarakat kehilangan produk beras premium di pasaran,” tambah Rizal.

Kemudian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Bulog saat ini memproduksi sekitar 300 ton beras premium per hari secara nasional. Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, produksi beras premium Bulog mencapai sekitar 21 ton per hari.

Ke depan, Rizal menyatakan Bulog juga berencana mendorong pengalihan sebagian cadangan pangan pemerintah (CPP) menjadi beras premium.

“Kasihan kepada masyarakat kalau harganya sampai Rp 126.000 per 5 kilo, itu kan terlalu berat untuk masyarakat,” imbuhnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menteri Lingkungan Hidup Memuji Penanganan TPA Tamangapa Makassar dan Menyebutnya Layak Menjadi Contoh Nasional
• 16 jam lalu
0
thumb
Pro Kontra Langkah Hukum Febrie Adriansyah, Ajukan Permohonan Praperadilan | PARASOT
• 21 jam lalu
0
thumb
Purbaya Bantah, Ferry Balik Sentil: Menteri Keuangan Kekanak-kanakan!
• 7 jam lalu
0
thumb
Isu Demo Besar Agustus, Menko Polkam: Saya Jalan ke Pasar Tradisional Aman!
• 18 jam lalu
0
thumb
BPS: Perlambatan manufaktur dipicu kontraksi batu bara dan pengilangan
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.