Isi Paper Misterius soal Nobel MBG yang Catut Nama Prabowo dan Pemerintah, Lengkap dengan Abstrak

disway.id
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Sebuah paper misterius yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai nominasi Nobel Perdamaian 2026 tengah menjadi sorotan.

Dokumen tersebut berjudul “Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth”.

Paper itu tercatat terdiri dari 69 halaman dan diunggah pada 31 Maret 2026. 

Dalam dokumen tersebut, nama Presiden Prabowo Subianto tercantum bersama sejumlah nama akademisi dari berbagai perguruan tinggi seperti dimuat dalam laman papers.ssrn.com.

BACA JUGA:Beredar Paper Misterius soal Nobel MBG yang Catut Nama Prabowo dan Pemerintah, Qodari Pasang Badan

Namun, keberadaan dokumen tersebut kini tengah ditelusuri pemerintah. 

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI M Qodari mengatakan pemerintah sedang melakukan investigasi terhadap paper yang beredar dan mengaitkan MBG dengan nominasi Nobel Perdamaian 2026.

“Lagi investigasi,” kata Qodari, Kamis, 6 Agustus 2026.

BACA JUGA:Ini Isi Buku Jokowi’s White Paper Karya Tifa CS yang Diduga Dibungkam

Isi Paper dan Abstrak yang Kaitkan MBG dengan Nobel Perdamaian

Dalam abstraknya, paper tersebut membahas program makan gratis yang disebut sebagai inisiatif strategis untuk menggabungkan kesejahteraan sosial dengan model bisnis guna memperkuat industri ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Penelitian itu menyebut pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif yang didukung Action Design Research (ADR).

Metode tersebut diklaim digunakan melalui proses penyempurnaan secara berulang dengan melibatkan wawancara pemangku kepentingan, focus group, serta analisis dokumen kebijakan.

Paper tersebut kemudian menyebut program makan gratis tidak hanya ditujukan untuk mengatasi ketimpangan gizi.

BACA JUGA:Pengacara Roy Suryo: Peluncuran Buku Jokowi's White Paper Dibungkam Secara Sistematis

Program itu juga diklaim dapat membuka peluang ekonomi dengan melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), produsen lokal, serta rantai pasok berbasis teknologi.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Baznas dan Kemenag Luncurkan Satu Data ZIS-DSKL, Atasi Data Ganda Penerima Maupun Pembayar Zakat
• 9 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Hari Ini 6 Agustus 2026: Produk Antam Meroket, Global Kinclong
• 15 jam lalu
0
thumb
Ketua MPR Ahmad Muzani Pastikan Formulasi Hukum PPHN Terus Dimatangkan
• 5 jam lalu
0
thumb
Babak Baru Drama Utang Whoosh: Estafet Beralih dari Danantara ke Kemenkeu
• 12 jam lalu
0
thumb
Kemendag Dorong Komersialisasi Kekayaan Intelektual untuk Perkuat Daya Saing Produk Indonesia
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.