Pelaku Mutilasi Depok Sebut Dirinya Emosi Dipegang-pegang Korban, Saepullah: Tadinya Cuma Butuh Teman Ngobrol Aja

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pelaku mutilasi di Depok akhirnya buka suara terkait aksinya. 

Dalam video yang beredar, tampak pria bernama Saepullah (26) itu menjelaskan detik-detik dirinya menghabisi korban berinisial K (51). 

Dia mengatakan peristiwa tersebut terjadi di kontrakannya di Jalan Belimbing, Cipayung, Kota Depok pada Kamis (23/8/2026) malam. 

Saepullah juga mengaku bahwa dirinya beraksi seorang diri. Usut punya usut, keduanya saling mengenal di media sosial. 

Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Terbakar Karena Dikira Sampah
Sumber :
  • Istimewa

Saepullah mengatakan awalnya mereka bertemu hanya untuk berbincang-bincang, namun dia menyebut korban tiba-tiba memegangnya.

Menurut pengakuannya, karena itulah cekcok terjadi hingga terjadi kekerasan. 

"Karena tadinya kan dia main ke rumah, terus saya cuma butuh teman buat ngobrol aja. Karena memang teman kontrakanku enggak ada juga, karena dia sudah terakhir ngontrak di situ, enggak lanjut," katanya dikutip Kamis (6/8/2026).

"Terus tadinya cuma butuh teman, dia pegang-pegang saya, terus saya berontak dong. Saya berontak terus dia kayak nampar saya," sambungnya.

Setelah itu, dia menyebut aksi saling dorong terjadi. Karena emosi, dia mengambil pisau dari dapur dan melukai korban.

"Saya mau teriak, terus saya didorong dari tangga sama dia. Kan rumahnya dua lantai. Terus saya turun ke bawah . Terus terlanjur didorong ke bawah. Saya ke bawah ambil pisau. Terus saya tusuk," katanya. 

Dalam pengakuannya, Saepullah menyebut korban memberontak.

"Terus saya pegang kepalanya. Tangan dia kan sudah enggak, enggak bisa, pegang perut. Terus saya pegang saja kepalanya langsung (hingga lehernya digorok)," terangnya. 

Saat ditanya apa alasannya memutilasi korban, pelaku mengaku karena kesulitan membawa korban secara utuh. Pasalnya, TKP berada di lingkungan warga. 

“Karena susah bawanya. Di situ kan ramai orang dan perumahan juga,” ucapnya.

Dia mengaku membuang tubuh korban di Tanah Merah, sedangkan kaki korban dibuang di aliran sungai di wilayah Pitara. 

Kasus mutilasi ini diketahui usai ditemukannya sebuah karung berisi jasad pria di Tanah Merah, Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas, pada Selasa (4/8/2026) sore.

Karung tersebut nyaris dibakar warga lantaran dikira sampah. Namun, saat karung terbakar dan sebagian meleleh, warga melihat bagian tubuh manusia di dalam karung tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Sita Uang USD150.000 dari Penggeledahan Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Banjarmasin
• 2 jam lalu
0
thumb
DPR RI Dorong Perubahan Permenhub 28 Tahun 2022
• 13 jam lalu
0
thumb
Warga Pandeglang Pangku Jenazah Naik Motor, Alhmarhum Dibawa oleh Paman
• 17 jam lalu
0
thumb
Alarm Bahaya bagi Timnas Indonesia! Rekor Lawan Singapura di Fase Grup AFF Ini Bikin Ketar-ketir
• 21 jam lalu
0
thumb
Menkes soal Keracunan MBG di Semarang dan Papua: Hasil Lab, Ada Bakteri E.coli
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.