JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Tim Investigasi TGPF Mei 1998, Prof. Hermawan Sulistyo, menilai respons pemerintah melalui Menko Polkam, Kapolri, dan Panglima TNI terhadap isu potensi kerusuhan merupakan bagian dari upaya mitigasi sejak dini.
Menurut Hermawan, dalam setiap potensi kerusuhan terdapat tahapan yang telah diantisipasi aparat melalui fungsi intelijen, mulai dari penangkalan (pre-emption) hingga pencegahan (prevention).
Ia menekankan bahwa keberadaan potensi tersebut tidak berarti kerusuhan pasti terjadi. Yang terpenting adalah mitigasi agar situasi tidak berkembang menjadi konflik.
Sementara itu, Koordinator Dewan Buruh Nasional KASBI, Nining Elitos, menegaskan aksi demonstrasi merupakan hak masyarakat untuk mengingatkan pemerintah ketika kebijakan dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Nining meminta agar kritik yang disampaikan masyarakat tidak selalu dipandang sebagai ancaman terhadap keamanan negara.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto menjelaskan patroli maupun penyekatan di wilayah perbatasan Jakarta merupakan bagian dari langkah rutin kepolisian dalam menjaga keamanan.
Menurut Bhudi, peningkatan patroli di perbatasan Jakarta dengan Banten maupun Jawa Barat telah lama dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/7hstu_2I8Cw
#demo #agustus #mall
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- satumeja
- pagar mall tinggi
- isu rusuh
- demo
- jakarta






Komentar (0)