Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia turun sebanyak 430 ribu orang menjadi 22,93 juta pada Maret 2026 dibandingkan September 2025 yang mencapai 23,36 juta orang.
Penurunan tersebut diikuti turunnya tingkat kemiskinan nasional dari 8,25 persen pada September 2025 menjadi 8,07 persen pada Maret 2026.
"Berdasarkan tren pada grafik sejak Maret 2023 sampai dengan Maret 2026 jumlah dan tingkat kemiskinan terus mengalami penurunan," ungkap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Rabu.
Garis Kemiskinan dan Kondisi Rumah TanggaBPS mencatat garis kemiskinan nasional pada Maret 2026 mencapai Rp669.235 per kapita per bulan atau meningkat 4,33 persen dibandingkan September 2025 yang sebesar Rp641.443 per kapita per bulan.
Menurut BPS, garis kemiskinan perlu dipahami dalam konteks rumah tangga karena sebagian besar pengeluaran, seperti biaya sewa rumah, listrik, dan konsumsi pangan, dilakukan secara bersama.
Pada Maret 2026, rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,62 anggota rumah tangga.
BPS juga menjelaskan besaran garis kemiskinan rumah tangga berbeda di setiap provinsi karena dipengaruhi tingkat harga, pola konsumsi, serta rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin di masing-masing daerah.
Kemiskinan Desa Masih Lebih TinggiBPS mencatat tingkat kemiskinan di wilayah perdesaan masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan.
Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan di perdesaan tercatat sebesar 10,67 persen, sedangkan di perkotaan sebesar 6,34 persen.
Meski demikian, tingkat kemiskinan di kedua wilayah tersebut sama-sama mengalami penurunan dibandingkan September 2025.
Dari sisi kualitas kemiskinan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menurun di wilayah perkotaan namun meningkat di perdesaan, yang menunjukkan rata-rata pengeluaran penduduk miskin di perkotaan semakin mendekati garis kemiskinan, sementara di perdesaan justru semakin menjauh.
Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan di perkotaan, tetapi meningkat di wilayah perdesaan.





Komentar (0)