Alutsista TNI AU Terus Diperkuat, Pesawat Tempur Hingga Sistem Rudal Ditambah

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono memastikan, modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista TNI Angkatan Udara terus diperkuat untuk meningkatkan pertahanan udara nasional. Upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto melalui pengadaan berbagai alutsista strategis mulai dari pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, radar, hingga sistem rudal.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas perhatian beliau kepada Angkatan Udara yang begitu besar, sehingga beliau melengkapi, memodernisasi alutsista Angkatan Udara. Dari mulai pesawat tempur, kemudian pesawat angkut dengan heli yang berbagai jenis, kemudian termasuk radar dan rudal, baik dari udara ke udara maupun rudal dari darat ke udara," ujar Tonny saat dijumpai di Kompleks Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga
  • Barter Alutsista Terbesar: Turki Lepas Rudal S-400 ke Negara Teluk Demi F-35 AS?
  • Hari Bakti TNI AU 2026, Kasau Tegaskan Arah Transformasi Pertahanan Udara
  • TNI AU Gelar Open Base, Warga Antusias Saksikan F-16 Fighting Falcon dari Dekat
Tonny menjelaskan, sejumlah alutsista baru telah mulai diterima TNI AU. Di antaranya enam pesawat tempur Rafale, enam pesawat Falcon, serta dua pesawat angkut A400M. Selain itu, TNI AU juga tengah menyiapkan dua radar baru yang akan ditempatkan di Takalar, Sulawesi Selatan, dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Kehadiran radar baru tersebut akan memperkuat kemampuan deteksi TNI AU sehingga wilayah yang sebelumnya menjadi keterbatasan cakupan radar atau blind spot dapat diminimalkan. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah mulai bisa beroperasi sehingga tidak ada lagi blind spot atau daerah yang tidak bisa tertangkap oleh radar kita," katanya.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Meski demikian, ia menegaskan, ruang udara Indonesia saat ini tetap berada dalam pengawasan melalui integrasi radar milik TNI AU dengan berbagai instansi, seperti Kementerian Perhubungan, AirNav Indonesia, dan Angkasa Pura. Ke depan, harapannya modernisasi alutsista dapat membuat TNI AU memiliki kemampuan pengawasan yang lebih mandiri sekaligus semakin memperkuat sistem pertahanan udara nasional.

"Kita integrasikan sehingga bisa dilihat dalam satu big picture. Tidak ada daerah di Indonesia saat ini yang tidak terawasi. Jadi semua terawasi, tetapi nanti ke depan kami Angkatan Udara memiliki kemampuan sendiri," ujarnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lemahnya Literasi Medsos di Balik Nirempati Nakes Terhadap Pasien Yurizal
• 2 jam lalu
0
thumb
Polda Riau Tangkap Pelaku Pembakaran 5 Hektare Lahan di Inhu
• 22 jam lalu
0
thumb
Drone Houthi Serang Bandara di Saudi, Layanan Penerbangan Disetop Sementara
• 15 jam lalu
0
thumb
Mobil Listrik Murah Belum Cukup, Indonesia Butuh Kepercayaan Publik
• 21 jam lalu
0
thumb
Bahas Kekeringan, Wakil Ketua Komisi II Janji Dukung Terkait Anggaran
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.