Liputan6.com, Jakarta - Viralnya komentar sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dianggap tidak berempati terhadap curahan hati (curhat) pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan di media sosial menuai sorotan. Komentar para nakes itu sebelumnya viral di media sosial karena dianggap nirempati terhadap keluhan disampaikan Yurizal sebelum meninggal dunia. Praktisi sekaligus Akademisi Komunikasi Digital, Afgiansyah menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan empati, melainkan juga rendahnya literasi media sosial.
Menurut Afgiansyah, banyak pengguna media sosial belum menyadari bahwa setiap unggahan maupun komentar di platform digital merupakan bagian dari komunikasi publik dapat dilihat masyarakat luas.
Advertisement
"Saya kira ini intinya soal literasi media sosial. Banyak orang merasa media sosial seperti buku harian pribadi sehingga bebas meluapkan emosi atau pendapatnya, padahal dampaknya jauh lebih luas," kata Afgiansyah saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (5/8/2026).





Komentar (0)