JAKARTA, KOMPAS.com – Sudah tiga tahun Muhammad Awang (42) menjalani hari-harinya di teras sebuah minimarket di Jalan Dr Susilo, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Tempat yang biasa menjadi lalu lalang pembeli itu berubah menjadi ruang istirahat sekaligus rumah bagi dirinya dan sang putra, Gilang Ramadhan (6).
Di balik kerasnya kehidupan sebagai juru parkir (jukir), Awang menyimpan harapan sederhana: melihat anaknya bisa bersekolah.
Baca juga: Selama Ini Anak Bilangnya Cuma Mau Sekolah, Tangis Awang Saat Putranya Bisa Masuk SD
Harapan itu akhirnya mulai terwujud. Gilang mendapat bantuan akses pendidikan dan diterima di salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri di wilayah Grogol Petamburan.
Kabar tersebut bukan hanya membuka jalan bagi masa depan Gilang, tetapi juga membangkitkan semangat Awang untuk kembali menata hidupnya.
Pria yang dahulu bekerja sebagai sopir pribadi itu kini bertekad mencari pekerjaan yang lebih layak setelah anaknya mulai bersekolah.
Baca juga: Tangis Awang Berubah Jadi Senyum, Anaknya yang Tidur di Teras Minimarket Kini Disekolahkan
"Kalau saya sih niatnya ya, kalau nanti Gilang udah masuk sekolah, terus saya rencana mau bikin SIM lagi," kata Awang saat ditemui Kompas.com di lokasi tempatnya bekerja sebagai juru parkir, Selasa (4/8/2026).
Selama ini, Awang bekerja sebagai jukir setelah mendapat kesempatan dari para pengemudi ojek online (ojol) yang merasa iba melihat kondisinya.
Kini, ia ingin memulai langkah baru.
Meski belum memiliki dokumen kependudukan seperti KTP, Awang mengatakan, dirinya telah ditawari untuk mengurus administrasi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Baca juga: Tangisan Awang: Bertahan Hidup di Teras Minimarket, Memeluk Asa untuk Sang Anak
Pendataan itu juga menjadi bagian dari proses administrasi Gilang yang telah diterima di sekolah.
"Kalau semua udah jadi, saya coba mau nyari kerja. Saya bisa nyopir, sebelumnya pernah jadi sopir pribadi," tuturnya.
Keahlian yang Tak Pernah HilangSelain menjadi juru parkir, Awang memiliki kemampuan lain yang selama ini kerap membantu orang-orang di sekitarnya.
Ia mampu membongkar dan memperbaiki sepeda motor yang mengalami kerusakan, meski keahlian tersebut dipelajarinya secara otodidak dan bukan sebagai mekanik profesional.
Baca juga: 3 Tahun Tidur di Minimarket Beralaskan Tikar, Awang Berjuang Sekolahkan Anak
Kemampuan itu diperoleh sejak masih lajang dan hingga kini masih sering dimanfaatkan para pengemudi ojol di sekitar tempatnya bekerja.






Komentar (0)