JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kondisi atmosfer pada pekan pertama Agustus 2026 masih didominasi faktor-faktor yang mendukung cuaca kering di Indonesia.
Fenomena El Nino kuat yang masih berlangsung diperkirakan terus menguat, sehingga berpotensi menekan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.
Berdasarkan analisis BMKG melalui bmkg.go.id, sekitar 92,59 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah pada Dasarian I Agustus 2026.
Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah akibat pengaruh gelombang atmosfer dan sirkulasi siklonik.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG DKI Jakarta Besok Rabu 5 Agustus 2026: Cerah pada Pagi Hari
BMKG menjelaskan perkembangan iklim global masih menunjukkan kondisi yang mendukung berlanjutnya musim kering di Indonesia.
Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai indeks Niño 3.4 dasarian yang mencapai +2,45. Sementara itu, Southern Oscillation Index (SOI) tercatat sebesar -29,2.
Kedua indikator tersebut mengonfirmasi bahwa fenomena El Nino kuat masih berlangsung dan berpotensi mengalami penguatan dalam beberapa waktu ke depan.
Selain itu, kondisi Samudra Hindia juga menunjukkan kecenderungan menuju fase Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Pada Dasarian III Juli 2026, indeks IOD tercatat sebesar +0,44.
Kombinasi El Nino kuat dan kecenderungan IOD positif tersebut secara umum mengurangi pembentukan awan hujan sehingga curah hujan di berbagai wilayah Indonesia diperkirakan tetap rendah.
Lebih dari 92 Persen Wilayah Diprakirakan Curah Hujannya RendahPenulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- el nino
- el nino menguat
- cuaca






Komentar (0)