Skandal Minggir Dulu, Boeing Resmi Luncurkan Pesawat Terbaru 737-7

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: (Dok. U.S. FAA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) resmi memberikan amandemen sertifikat tipe (amended type certificate) kepada pesawat Boeing 737-7. Dengan persetujuan tersebut, varian terbaru keluarga 737 MAX itu kini resmi memperoleh izin untuk beroperasi secara komersial.

Penerbitan sertifikat tersebut juga menjadi tonggak penting bagi Boeing setelah melalui proses sertifikasi yang berlangsung selama bertahun-tahun. Persetujuan FAA sekaligus membuka jalan bagi pengiriman perdana Boeing 737-7 kepada pelanggan.

Presiden dan CEO Boeing Commercial Airplanes Stephanie Pope mengatakan sertifikasi tersebut menjadi pengakuan atas ketelitian desain pesawat sekaligus kerja keras tim pengembangan Boeing. Ia menambahkan tim Boeing mampu menyelesaikan seluruh persyaratan sertifikasi meski harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pandemi hingga perubahan proses sertifikasi.


Pilihan Redaksi
  • Perang AS-Iran Makan Korban Baru: Vietnam
  • Kementerian Perang AS Tiba-Tiba Minta Tolong RI, Sebut-Sebut PD 2
  • Tok! Negara Dekat RI Ini Resmi Ganti Nama, Ini Nama Barunya
  • Malaysia Panas, Pemerintah PM Anwar Ibrahim Terancam 'Pecah'
  • Putra Mahkota Arab Saudi MBS Tiba-Tiba Telepon Erdogan, Ada Apa?

"Sertifikasi ini penting karena memberikan validasi terhadap ketelitian desain pesawat kami, sekaligus mengakui tekad dan ketangguhan tim pengembangan 737 MAX," ujar Pope dikutip Selasa (4/8/2026).

"Tim kami tetap fokus menyelesaikan seluruh persyaratan demi menghadirkan pesawat yang aman dan lebih andal bagi para pelanggan kami," katanya.

Sebagai varian terkecil dengan jangkauan terjauh di keluarga 737 MAX, Boeing 737-7 dirancang untuk mengangkut 135 hingga 160 penumpang dalam konfigurasi dua kelas. Pesawat ini memiliki jangkauan hingga 7.040 kilometer atau sekitar 10% lebih jauh dibandingkan pesawat sekelas, sekaligus menawarkan efisiensi bahan bakar dan emisi karbon dioksida (CO2) hingga 20% lebih rendah serta tingkat kebisingan 50% lebih kecil dibandingkan pesawat yang digantikannya.

Boeing menyebut persetujuan FAA merupakan hasil dari program sertifikasi yang dimulai sejak 2018. Proses tersebut mencakup lebih dari 1.000 jam pengujian di udara maupun di darat, analisis keselamatan sistem secara menyeluruh, evaluasi faktor manusia, hingga pembaruan sistem anti-es pada mesin.

Senior Vice President of Product Strategy, Product Development and Development Programs Boeing Mike Sinnett mengatakan perusahaan terus berkoordinasi secara intensif dengan FAA sepanjang proses sertifikasi.

"Melalui proses sertifikasi ini, Boeing makin memahami standar regulasi terkini yang diproyeksikan bakal mengakselerasi pengembangan pesawat ke depan, dengan penekanan ulang pada faktor manusia, keselamatan, serta kualitas," ujarnya.

Boeing bersama Southwest Airlines sebagai pelanggan peluncur kini tengah mempersiapkan pengiriman perdana Boeing 737-7, termasuk menyelesaikan konfigurasi akhir pesawat. FAA juga telah memperbarui Sertifikat Produksi Boeing No. 700 agar mencakup model 737-7.

Hingga akhir Juni 2026, keluarga Boeing 737 MAX telah mengantongi lebih dari 7.200 pesanan di seluruh dunia, dengan lebih dari 2.300 unit telah dikirimkan kepada pelanggan. Selain 737-7, Boeing juga masih melanjutkan proses sertifikasi untuk varian terbesar, yakni 737-10.


(tfa/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kasus Suap Importasi Barang - Boeing Disebut Lalai & Tak Aman

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Di Tengah El Nino, Mengapa Sumatra Barat Justru Kebanjiran?
• 10 jam lalu
0
thumb
IHSG Diproyeksi Menguat, Ditopang Inflasi Terkendali dan Harga Minyak Turun
• 18 jam lalu
0
thumb
Benarkah Modifikasi Cueca demi Turunkan Hujan Berbenturan dengan Iman? Ini Pendapat Ulama
• 17 jam lalu
0
thumb
Anak Pejabat Dinsos Lampung Aniaya Pacar di Bandung Jadi Tersangka
• 5 jam lalu
0
thumb
Dibungkam Vietnam 0-3, Skuad Garuda kejar kemenangan dari Singapura
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.