IHSG Diproyeksi Menguat, Ditopang Inflasi Terkendali dan Harga Minyak Turun

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat di level 6.358-6.454 pada pembukaan perdagangan Selasa (4/8), setelah ditutup melemah tipis pada hari sebelumnya. Pada Senin (3/8), IHSG ditutup turun 1,63 poin atau 0,03 persen ke level 6.234,93.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, tren pergerakan IHSG masih berada dalam fase akumulasi yang berpotensi melanjutkan ekspansi dengan membentuk momentum bullish.

Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal negatif, namun volume transaksi mengalami penguatan.

“Dari sisi fundamental, valuasi saham Indonesia dinilai masih relatif menarik, dengan P/E di level 9,30x, dibanding beberapa regional markets setelah tekanan yang terjadi pada semester I, sehingga masih berpotensi menarik minat para pelaku investor secara bertahap,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8).

Menurut Nafan, dari faktor eksternal, sentimen positif datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut negosiasi dengan Iran akan dimulai pekan ini. Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.

Selain itu, penurunan harga minyak mentah WTI dan Brent turut mengurangi risiko inflasi yang dipicu kenaikan biaya energi, sehingga mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko, khususnya pasar saham.

Sementara dari sisi domestik, inflasi Indonesia yang tetap terkendali memperkuat keyakinan terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas moneter. BPS mencatat tingkat inflasi pada tahun kalender per Juli 2026 sebesar 1,65 persen.

Meredanya premi risiko geopolitik juga memberi ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan stabilitas kebijakan moneter dan BI-Rate.

Market juga masih menunggu perkembangan terkait suksesi Gubernur BI serta agenda fiskal pemerintah yang dapat mempengaruhi persepsi investor,” ujarnya.

Senada, analis MNC Sekuritas menilai meski IHSG terkoreksi tipis pada perdagangan sebelumnya, indeks tetap bergerak di atas level rata-rata pergerakan 60 hari (MA60).

“IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6,352-6,545,” tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya seperti yang dikutip kumparan, Selasa (4/8).

Meski demikian, investor dan pelaku pasar tetap harus mencermati adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.122 - 6.180.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bapenda Jabar Populerkan Inovasi KiosK Samsat di Rakornas Dukcapil
• 3 jam lalu
0
thumb
Tinjau Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Jasa Raharja Pastikan Santunan Diproses Cepat
• 22 jam lalu
0
thumb
KPK Geledah Kantor Imigrasi Jaksel Terkait Kasus Dugaan Korupsi Silmy Karim
• 1 jam lalu
0
thumb
Rupiah Pagi Ini di Level Rp18.025/USD
• 13 jam lalu
0
thumb
Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persib Vs Persija, Persebaya Lawan Arema FC
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.